Visi-Misi Komkep dan Ardas Keuskupan

October 12, 2009 by komkepsurabaya

Hal 1Tahun ini, visi-misi Komkep memasuki tahun terakhir sejak dirumuskan empat tahun lalu. Dapat diduga, visi-misi ini dihasilkan dari diskusi yang panjang dengan referensi terbesar berasal dari Pertemuan Nasional Orang Muda Katolik Indonesia (Pernas OMKI) di Cibubur Jakarta, November 2005. Pertemuan besar ini mengangkat tema Road of Change dengan Nota Pastoral KWI 2004 berjudul Keadaban Publik, sebagai semangat dasarnya. Read the rest of this entry »

Misa Road Show Mudika Karpil

October 12, 2009 by komkepsurabaya

Hal 2Muda-mudi Katolik Paroki St. Yusup, Karangpilang keluar dari ’sarang’nya dengan misa roadshow OMK.

Sekitar 200 OMK hadir dalam perayaan ekaristi bergaya kaum muda yang dilaksanakan di halaman SMPK Angelus Custos II, Sabtu sore (22/8).

Perayaan ini menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian roadshow misa OMK di Paroki Karangpilang. Read the rest of this entry »

Tentang Pentas “Aku Kamu – Aku Aku”

October 12, 2009 by komkepsurabaya

Aku ajak kamu ke situ, dan kamu tak mau.

Kamu paksa aku ke sini, aku tak perduli.

Aku ke situ, kamu ke sini.

Aku membisu, kamu hindari.

Aku kamu, aku aku.

Tak mau tahu.

Hal 3Sinopsip

Bagaimana rasanya digusur? Badan digusur, ide digusur, semua digusur. Inilah balada orang-orang marginal. Berangkat dari perjumpaan di sebuah warung pecel milik Bu Harti, yang tidak lama kemudian digusur para pamong karena dianggap mengganggu keindahan kota, dua OMK, Prana dan Julia, memulai perjalanan menjadi orang tergusur. Perjumpaan sejenak sebelum berangkat ke gereja untuk menemui pak Dirga dan romo Dar itu seakan menjadi pertanda tentang hari buruk yang akan mereka jalani. Read the rest of this entry »

Sindiekat Part 2 Is Coming Soon

October 12, 2009 by komkepsurabaya

Hal 4Perjalanan sejauh apapun selalu dimulai dari satu langkah. Seperti banyak orang yang tak takut bermimpi, kami pun juga tak takut untuk bermimpi dan memulai sebuah perjalanan panjang untuk mewujudkan mimpi kami. Kerinduan akan hadirnya lagu-lagu religius dalam kemasan berbeda sehingga dapat dinikmati kaum muda dan menjadi sarana pewartaan bagi gereja, membuat kami berkumpul bersama dalam SIndieKat (Surabaya Indie Katolik).Ketika mengawalinya di tahun 2007, segalanya masih buram bagi kami. Tapi respon yang positif dari gereja dan rekan muda membuat kami memberanikan diri untuk kembali berkarya dan melayani rekan muda melalui Festival Band Rohani SindieKat part 2. Read the rest of this entry »

Berkumpulnya Para OMK Pemantau Pilpres

October 12, 2009 by komkepsurabaya

Hal 5Sabtu, 5 September lalu, di Komkep digelar Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terfokus.

FGD ini adalah “jembatan” menuju kegiatan Forum Publik. Dalam Forum Publik, semua hasil yang telah dilakukan oleh TRPP akan dipertanggungjawabkan kepada publik, (termasuk hirarki). Pertanggungjawaban ini seyogyanya benar-benar memaparkan seluruh proses yang telah terjadi. Read the rest of this entry »

Pengembangan Aktivis Muda

October 12, 2009 by komkepsurabaya

Hal 6Orang muda katolik (OMK) sampai hari ini masih (sungguh?) dipandang sebagai lumbung pemimpin katolik hari ini dan masa dapan. Walaupun begitu, praktek lapangan sehubung posisi stategis OMK masih perlu dipertanyakan kesungguhannya. Banyak kasus, kelompok OMK bergantung pada sosok tertentu dan tidak memiliki kemandirian.

Ketidakmandirian ini mempengaruhi suplai terhadap jumlah pemimpin muda katolik yang berkualitas. Jika hari ini kita mengalami krisis OMK yang berkualitas, maka yakin saja 20 dan 30 tahun mendatang pemimpin katolik tidak dapat diandalkan bagi kemajuan kemanusiaan, lingkungan bangsa dan negara. Read the rest of this entry »

Facebook dan Pendidikan Politik

August 19, 2009 by komkepsurabaya

Hal-1Tim Relawan Pendidikan Politik (TRPP) Komkep dibentuk pada Oktober 2008 dengan “kontrak komitmen” selama satu tahun (baca HORDA November 2008). Masih ada dua bulan ke depan sebelum “kontrak komitmen” itu diperbarui lagi. Maka tulisan ini hendak “membedah jantung” TRPP yaitu pendidikan politik.

Dengan pengamatan sekilas dapat kita ketahui bahwa tidak banyak komunitas yang menggeluti agenda pendidikan politik di Keuskupan Surabaya. Selain karena sebagai “topik” kurang seksi (baca: menarik), cara pandang OMK terhadap politik juga susah beranjak dari hal-hal negatif. Untuk berkomitmen menekuni “topik” ini memang dibutuhkan beberapa keterampilan dan wawasan yang cukup. Dua hal itu lalu harus diperkuat dengan keyakinan dan hati yang percaya bahwa “harus ada yang mengerjakan ini, sebelum segalanya menjadi terlambat”. Read the rest of this entry »

Gereja Kaum Muda Yang Terlibat

August 19, 2009 by komkepsurabaya

Hal-2“Visi OMK pada tahun 2011 yaitu “Gereja Kaum Muda” berarti disinilah saatnya kaum muda melepaskan sayapnya dan terbang dengan gagahnya menjadi suatu ujung tombak bagi perkembangan Gereja”.

Demikian pernyataan Anggota temu Moderatores Purwoker- to, Bulan Indah Sari ketika memberikan pelatihan kepemimpinan dan organisasi di aula Paroki Regina Pacis Magetan 27-28 Juni lalu.

Peserta yang hadir berjumlah 21 orang dari mudika Paroki Regina Pacis Magetan, Stasi St Yosef Karangrejo dan Stasi St. Paulus Maospati. Kegiatan dimulai sejak pukul 17.00. Read the rest of this entry »

OMK Melawan Arus

August 19, 2009 by komkepsurabaya

Hal-3Melawan arus tidak hanya dalam tindakan, tapi juga dalam pemikiran. Sementara arus besar masyarakat membawa orang menjadi individualis, OMK harus berani melawan arus menjadi pribadi yang mau berkorban untuk orang lain. Arus besar juga menawarkan hidup yang terus-menerus memburu kenikmatan (hedonis), maka OMK harus berani melawannya dengan gaya hidup yang bertekun dan konsisten dengan pilihan hidupnya.

itulah yang membedakan kualitas OMK dengan orang muda lainnya, karena ada embel-embel kata “Katolik”. Dengan embel-embel itu OMK musti menjalani hidup dengan cara yang berbeda dari orang muda kebanyakan. Read the rest of this entry »

Pedagogi Humanisme Mangunwijaya

August 19, 2009 by komkepsurabaya

Hal-4-5Konsep Pasca-Indonesia dan Pasca- Einstein merupakan konsep dasar humanisme Mangunwijaya yang dilandasi ke-prihatinannya. Kita masih suka berpikir dehumanis dalam bentuk pemikiran yang sempit, terkotak-kotak, bercita rasa dangkal, munafik, tidak fair, tidak jujur, serakah, manipulatif, tidak cerdas, dan tidak dewasa. Read the rest of this entry »