December 14, 2009 by komkepsurabaya
Tiga kata kunci yang menjadi judul tulisan ini berasal dari rumusan Visi Komkep 2005-2009 (rumusan lengkap ada di Horda September 2009).
Ketiga kata ini bukan kata yang pasif melainkan aktif. Artinya, ini bukan semangat yang kita bawa sejak lahir, melainkan semangat yang perlu ditumbuhkan terus-menerus seiring dengan kedewasaan kita. OMK yang memiliki tiga semangat ini tentulah OMK yang telah banyak berlatih mengolah diri, berefleksi dan dengan tekun dan penuh kesadaran terus berupaya memupuk semangat ini sebagai roh untuk beraktivitas. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXIII - Desember 2009, HORDA | Leave a Comment »
December 14, 2009 by komkepsurabaya
Bahasa Indonesia menyerap kata “visi” dari bahasa Inggris vision. Dalam khazanah bahasa, kata vision itu sendiri memiliki beberapa interpretasi.
Yang pertama, visi berarti gambaran mental. Sebuah ide atau gambaran mental mengenai sesuatu hal; sebuah pengalaman dimana seseorang mampu melihat hal-hal yang secara nyata tidak eksis, biasa-nya orang yang mengalami hal ini sedang memikirkan hal-hal spiritual, berada dalam pengaruh obat, atau mengalami gangguan mental. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXIII - Desember 2009, HORDA | Leave a Comment »
December 14, 2009 by komkepsurabaya
Kesan pertama pada film yang berdurasi 81 menit ini adalah ngeri. Bagaimana tidak ngeri? Di balik begitu anggun dan menariknya jalanan Malioboro dan kota Jogjakarta yang berpredikat kota wisata itu, ternyata tersimpan demikian kejam dan menyedihkan kisah hidup sebagian orang kelas bawah yang selama ini lepas dari pandangan mata awam. Bisa jadi, ini merupakan sebuah tamparan keras yang patut dipublikasikan kepada banyak pihak sehingga dapat dilakukan tindakan lebih lanjut terhadap kisah-kisah serupa di kota-kota lain. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXIII - Desember 2009, HORDA | Leave a Comment »
December 14, 2009 by komkepsurabaya
Posted in Edisi XXIII - Desember 2009, HORDA | Leave a Comment »
December 14, 2009 by komkepsurabaya
Setelah melalui latihan dan persiapan yang cukup panjang, akhirnya Sanggar Sendang Komkep menampilkan sebuah pentas produksi berjudul “Aku Kamu, Aku Aku” pada Sabtu 10 Oktober lalu di aula Catholic Center lantai 2 jalan Bengawan 3 Surabaya. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXIII - Desember 2009, HORDA | Leave a Comment »
December 14, 2009 by komkepsurabaya
OMK (Orang Muda Katolik) adalah punggawa terdepan dari eksistensi gereja Katolik yang terdiri atas individu-individu yang tergabung dalam komunitas muda-mudi Katolik (Mudika). Tugas dan panggilan sebagai punggawa gereja itu mempunyai tanggung jawab yang begitu besar tidak hanya untuk gereja saja, tapi juga untuk membangun iman pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan sosial di sekitar kita.
Sebagai OMK kita mempunyai impian serta semangat perubahan dan idealisme kepemudaan, yang seharusnya kita perjuangkan setiap saat. Dengan itu kita bisa menjumpai OMK dengan mental “against the flows” atau menentang arus dengan ciri-ciri dinamis, progresif, kreatif dan reformis. Arus yang ditentang adalah arus negatif jaman. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXIII - Desember 2009, HORDA | Leave a Comment »
December 14, 2009 by komkepsurabaya
Ada lima tugas hidup menggereja, yakni leiturgia, diakonia, kerygma, koinonia, martyria. Sebagai tugas hidup, kelima-limanya mesti dilaksanakan oleh segenap lini Gereja. Tentu ada perbedaan intensitas di antara berbagai lini tersebut dalam melaksanakan lima tugas menggereja. Perbedaan macam itu wajar dan mesti diterima serta disyukuri sebab Gereja memiliki “banyak anggota dan satu tubuh”. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXIII - Desember 2009, HORDA | Leave a Comment »
October 12, 2009 by komkepsurabaya
Tahun ini, visi-misi Komkep memasuki tahun terakhir sejak dirumuskan empat tahun lalu. Dapat diduga, visi-misi ini dihasilkan dari diskusi yang panjang dengan referensi terbesar berasal dari Pertemuan Nasional Orang Muda Katolik Indonesia (Pernas OMKI) di Cibubur Jakarta, November 2005. Pertemuan besar ini mengangkat tema Road of Change dengan Nota Pastoral KWI 2004 berjudul Keadaban Publik, sebagai semangat dasarnya. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXII - Oktober 2009, HORDA | 1 Comment »
October 12, 2009 by komkepsurabaya
Muda-mudi Katolik Paroki St. Yusup, Karangpilang keluar dari ’sarang’nya dengan misa roadshow OMK.
Sekitar 200 OMK hadir dalam perayaan ekaristi bergaya kaum muda yang dilaksanakan di halaman SMPK Angelus Custos II, Sabtu sore (22/8).
Perayaan ini menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian roadshow misa OMK di Paroki Karangpilang. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXII - Oktober 2009, HORDA | 1 Comment »
October 12, 2009 by komkepsurabaya
Aku ajak kamu ke situ, dan kamu tak mau.
Kamu paksa aku ke sini, aku tak perduli.
Aku ke situ, kamu ke sini.
Aku membisu, kamu hindari.
Aku kamu, aku aku.
Tak mau tahu.
Sinopsip
Bagaimana rasanya digusur? Badan digusur, ide digusur, semua digusur. Inilah balada orang-orang marginal. Berangkat dari perjumpaan di sebuah warung pecel milik Bu Harti, yang tidak lama kemudian digusur para pamong karena dianggap mengganggu keindahan kota, dua OMK, Prana dan Julia, memulai perjalanan menjadi orang tergusur. Perjumpaan sejenak sebelum berangkat ke gereja untuk menemui pak Dirga dan romo Dar itu seakan menjadi pertanda tentang hari buruk yang akan mereka jalani. Read the rest of this entry »
Posted in Edisi XXII - Oktober 2009, HORDA | Leave a Comment »