<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Komkepsurabaya's Weblog</title>
	<atom:link href="http://komkepsurabaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com</link>
	<description>Muda - Katolik - Indonesia - Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Apr 2010 10:01:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='komkepsurabaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Komkepsurabaya's Weblog</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://komkepsurabaya.wordpress.com/osd.xml" title="Komkepsurabaya&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://komkepsurabaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bukan Generasi Kepalang Tanggung</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/bukan-generasi-kepalang-tanggung/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/bukan-generasi-kepalang-tanggung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 10:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIV - April 2010]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini sedang ramai diperbincangkan tentang kaderisasi di dalam gereja bagi orang muda Katolik (OMK). Selain penting bagi pewartaan karya penyelamatan Gereja, kaderisasi juga dirasa mendesak mengingat kompleksitas masalah yang ada di sekitar kita. Prioritas program pertama untuk OMK dalam Ardas Keuskupan Surabaya 2009-2019 adalah tentang kaderisasi (lihat box). Namun apakah sesungguhnya arti “kader” itu? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=435&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-436" title="Hal 1" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-1.jpg?w=212&#038;h=299" alt="" width="212" height="299" /></a>Saat ini sedang ramai diperbincangkan tentang kaderisasi di dalam gereja bagi orang muda Katolik (OMK). Selain penting bagi pewartaan karya penyelamatan Gereja, kaderisasi juga dirasa mendesak mengingat kompleksitas masalah yang ada di sekitar kita. Prioritas program pertama untuk OMK dalam Ardas Keuskupan Surabaya 2009-2019 adalah tentang kaderisasi (lihat box).</p>
<p>Namun apakah sesungguhnya arti “kader” itu?<span id="more-435"></span><!--more--></p>
<p>Kader dalam bahasa Perancis, cadre, yang artinya elite (golongan atas yang terpilih dari terbaik karena terlatih). Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (Peter Salim, 1995), kader berarti “orang yang diharapkan bakal mampu memangku jabatan yang penting di kemudian hari”. Sumber lain menyebutkan, kader adalah individu yang percaya terhadap teori dan nilai yang selanjutnya diwujudkan dalam tindakan atau perilaku (hafismuadab.wordpress.com)</p>
<p>Dari pelbagai pengertian itu dapatlah kita sederhanakan arti kata kader sebagai orang yang disiapkan sedemikian rupa lewat berbagai pelatihan, pembinaan dan pendampingan sehingga seluruh potensi, bakat, minat dan orientasi hidupnya didedikasikan untuk kebaikan bersama.</p>
<p>Sementara kaderisasi dapat diartikan sebagai ruang dan waktu yang berupa kesempatan untuk melatih, membina dan mendampingi seseorang untuk menjadi kader.</p>
<p>Kaderisasi kerap dihubungkan dengan regenerasi karena dengan kaderisasi yang baik maka tongkat estafet kepemimpinan di sebuah organisasi, lembaga atau komunitas dapat berjalan lancar. Organisasi, lembaga atau komunitas yang sehat adalah yang tidak menciptakan patron (sosok sentral yang menjadi penentu kebijakan tunggal) melainkan melahirkan kader.</p>
<p>Kaderisasi juga identik dengan kepemimpinan karena salah satu tujuan kaderisasi adalah melahirkan seorang pemimpin yang minimal mampu memimpin dirinya sendiri.</p>
<p>Salah satu tantangan besar bagi kaderisasi adalah modernisasi. Dalam modernisasi yang diwakili oleh gaya hidup modern (individualis, konsumtif, hedonis, dll) orientasi hidup seseorang menjadi sangat pendek dan sempit. Baginya, hidup tak lain adalah tentang dirinya sendiri dan masa depannya. Keseluruhan sejarah hidupnya dalam berbagai aspek (beragama, berpendidikan, bersosialisasi, bekerja, berkeluarga) selalu berujung pada kesejahteraan dirinya sendiri. Singkatnya, segala hal adalah “tentang aku”, bukan “tentang kita”.</p>
<p>Modernisasi melahirkan generasi yang kepalang tanggung. Dalam hal pendidikan mereka nanggung karena ijazah hanya dipakai untuk melamar pekerjaan sebagai karyawan toko, bukan menjadi pengusaha yang membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Dalam bekerja mereka nanggung karena yang dikejar adalah gaji bulanan plus income tambahan, bukan demi eksistensi dirinya sebagai manusia yang berdaya-guna. Demikian juga dengan aspek hidup yang lainnya. </p>
<p>Dengan begitu maka kaderisasi adalah tugas kita semua (baik sebagai peserta maupun panitia). Kaderisasi akan menempa kita menjadi pribadi yang punya pengetahuan, kemampuan dan penghayatan akan nilai-nilai yang menggerakkan kita untuk berkarya demi hidup bersama yang lebih baik. Itu semua karena kita tidak ingin disebut generasi kepalang tanggung.</p>
<p><strong>Yudhit Ciphardian</strong></p>
<p> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Prioritas Program orang muda dalam  Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2009-2019</strong></p>
<p>1. Penyelenggaraan pelatihan kader/ aktivis/ kepemimpinan tingkat dasar (tingkat paroki), menengah (kevikepan) &amp; lanjut (keuskupan).</p>
<p>2. Penyelenggaraan kegiatan dalam hidup menggereja yang didedikasikan bagi keterlibatan banyak orang muda, baik sebagai peserta maupun panitia/ penentu kebijakan dalam kegiatan tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=435&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/bukan-generasi-kepalang-tanggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-1.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OMK Harus Kritis Pada Globalisasi</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/omk-harus-kritis-pada-globalisasi/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/omk-harus-kritis-pada-globalisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 09:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIV - April 2010]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[“Menghadapi Tantangan Era Globalisasi yang Bertanggung Jawab, Siapa takut?” Itulah tema yang diusung oleh OMK Paroki St. Willibrordus Cepu dalam rangka perayaan tahun baru 2010 yang dilaksanakan pada 31 Desember 2009 lalu. Globalisasi adalah kata yang sering kita dengar sejak dimulainya awal abad 21 ini. Pengertian yang paling umum dari globalisasi adalah dunia yang mengglobal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=432&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-433" title="Hal 2" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-2.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a>“Menghadapi Tantangan Era Globalisasi yang Bertanggung Jawab, Siapa takut?” Itulah tema yang diusung oleh OMK Paroki St. Willibrordus Cepu dalam rangka perayaan tahun baru 2010 yang dilaksanakan pada 31 Desember 2009 lalu.</p>
<p>Globalisasi adalah kata yang sering kita dengar sejak dimulainya awal abad 21 ini. Pengertian yang paling umum dari globalisasi adalah dunia yang mengglobal alias terhubung satu sama lain, berkat kemajuan teknologi. Orang muda adalah penikmat, konsumen, pelaku sekaligus korban dari globalisasi dalam segala aspeknya.<span id="more-432"></span><!--more--></p>
<p>Dengan iman Katolik, kita harus mempunyai benteng yang tangguh dalam menghadapi tantangan globalisasi yang sedemikian hebatnya. Semua dampak globalisasi tentu sangat beragam, ada yang positif dan ada yang negatif. Sebagai generasi muda sudah sepatutnya kita dapat memilah-milahnya dengan bertanggung jawab. Dengan latar belakang tersebutlah maka panitia acara yang berlangsung dua hari ini mengambil tema tersebut. Acara berlangsung santai, serius dan meriah.</p>
<p>Acara diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Siprianus Yitno, Pr. Setelah makan malam acara diteruskan dengan sessi ceramah yang dibawakan oleh Rm. Siprianus Yitno, Pr. Sessi ini berisi tentang globalisasi dan seluk beluknya. Kompleksnya masalah globalisasi semakin terasa dengan diputarnya klip tentang globalisasi berjudul “Manfaatkan Kekayaannya, Waspadai Resikonya.” Pada sessi tersebut Romo Yitno juga menyelipkan hasil Musyawarah Pastoral (Mupas) Keuskupan Surabaya. Romo meminta OMK Cepu untuk mengingat dan menghafalkan 5 arah dasar Keuskupan Surabaya yaitu “Gereja Keuskupan Surabaya sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang semakin dewasa dalam iman, guyub, penuh pelayanan dan misionaris”.</p>
<p>Sessi selanjutnya diisi oleh Romo Wanto dari KWI Jakarta yang berasal dari Cepu. Pada sessi ini Romo menegaskan tentang peran OMK dalam Gereja dan juga pentingnya kaderisasi dalam tubuh OMK.</p>
<p>Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba. Lomba yang diikuti oleh 11 kelompok itu adalah lomba membuat kendaraan yang berbahan terong, wortel, dan kacang panjang. Tujuan dari lomba ini adalah dengan sesuatu yang telah disiapkan diharapkan kita dapat melaju dengan kendaraan bernama globalisasi, namun tetap mempertanggungjawabkan arah yang kita tuju dengan kendaraan itu.</p>
<p>Malam itu acara ditutup dengan renungan yang diisi oleh mahasiswa Sanata Dharma yang sedang praktek di Paroki Cepu. Renungan berlangsung khusyuk.</p>
<p>Setelah jalan santai dan doorprize, acara hari kedua berisi pernyataan janji OMK Cepu untuk menjadi pribadi  yang lebih baik, bertanggungjawab dan kritis terhadap globalisasi</p>
<p><strong>Cyntia Puspita I.</strong></p>
<p><em>OMK  Paroki  St. Willibrordus Cepu</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=432&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/omk-harus-kritis-pada-globalisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-2.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/ia-membuat-segala-sesuatu-indah-pada-waktunya/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/ia-membuat-segala-sesuatu-indah-pada-waktunya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 09:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIV - April 2010]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Ayat di atas menjadi tema perayaan tahun baru 2010 yang diselenggarakan oleh OMK Paroki St. Maria Blitar. Perayaan tahun baru merupakan agenda akhir tahun yang rutin digelar oleh OMK Paroki St. Maria Blitar. Tema tahun baru ini benar-benar menyadarkan para OMK untuk lebih bersabar dan pasrah diri akan semua doa-doanya. Karena Allah menjawab doa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=429&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-430" title="Hal 3" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-3.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a>Ayat di atas menjadi tema perayaan tahun baru 2010 yang diselenggarakan oleh OMK Paroki St. Maria Blitar. Perayaan tahun baru merupakan agenda akhir tahun yang rutin digelar oleh OMK Paroki St. Maria Blitar.</p>
<p>Tema tahun baru ini benar-benar menyadarkan para OMK untuk lebih bersabar dan pasrah diri akan semua doa-doanya. Karena Allah menjawab doa kita dengan tiga jawaban, yaitu: ya, belum, dan tidak. Kita harus sabar menunggu jawaban tersebut. Dengan menunggu, Allah membuat kita semakin kuat. Kita selalu mempedulikan hasil tapi Allah mempedulikan proses. Sayangnya, kita lebih sering kecewa jika doa-doa kita tidak dikabulkan. Padahal di balik itu semua, rencana Tuhan sangat indah dan luar biasa. Dan hal itu patut untuk dinanti-nantikan.<span id="more-429"></span><!--more--></p>
<p>Acara yang digelar pada 31 Desember 2009 ini diikuti oleh sekitar 150 OMK di Paroki St. Maria Blitar. Mereka berasal dari stasi dan lingkungan. Karena acara ini rutin diadakan, maka OMK yang sedang kuliah, kerja atau berdomisili di luar kota selalu menyempatkan pulang ke Blitar untuk hadir.</p>
<p>Acara diawali dengan misa tutup tahun yang dibawakan oleh Rm. Martinus Aloysius Paryanto, CM dan Rm. FX. Wartadi, CM. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pesta perayaan tahun baru yang diselenggarakan di Aula Paroki St. Maria Blitar. Berbagai acara digelar untuk memeriahkan acara perayaan tahun baru ini. Diantaranya, permainan, kenalan bagi OMK yang baru, renungan akhir tahun, dan yang tidak kalah serunya serta merupakan puncak acara yaitu api unggun, tiup terompet, dan pesta kembang api, pentas seni, nonton bareng, dan bakar jagung manis. Di sela-sela acara banyak doorprize yang dibagikan oleh panitia, sehingga peserta makin bersemangat.</p>
<p>Paling menarik dari acara ini adalah renungan akhir tahun. Dengan suasana  hening, sepi, dan lampion-lampion yang menyala temaram, suasana makin bertambah sakral. Dengan tema yang telah diusung di tahun ini, renungan akhir tahun benar-benar mengena bagi para OMK agar lebih tekun berdoa, bersabar dan yakin bahwa Allah pasti akan menjawab doa-doa kita. Jika Allah menjawab doa dengan “tidak”, janganlah sesekali kita kecewa dan ngambek tetapi percaya saja Allah punya rencana yang lebih indah dan luar biasa dibanding dengan doa kita yang tidak terkabulkan.</p>
<p>“Serahkanlah semua atas kehendak-Nya, Dia akan buat indah pada waktunya”. Potongan lirik lagu tersebut mengakhiri acara perayaan tahun baru 2010. Harapan di tahun ini, semoga para OMK menjadi semakin lebih baik dari tahun sebelumnya dan iman Katolik para OMK semakin berkembang serta semakin semangat dalam pelayanan terhadap Tuhan.</p>
<p><strong>Emiliana Solot Payon</strong></p>
<p><em>OMK St Maria Blitar</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=429&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/ia-membuat-segala-sesuatu-indah-pada-waktunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-3.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pewarta, Menjadi Indie</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/menjadi-pewarta-menjadi-indie/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/menjadi-pewarta-menjadi-indie/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 09:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIV - April 2010]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Pewartaan dalam Gereja Katolik memiliki beberapa bentuk yaitu pelajaran agama, katekese umat, atau homili. Dialog dengan agama lain juga oleh Gereja dinyatakan sebagai bentuk pewartaan yang sesuai dengan keadaan Gereja di tengah-tengah agama-agama di dunia. Pewartaan itu seluas Gereja sendiri, yang ingin membagikan pengalaman imannya dengan siapa saja yang ikut mencari kehendak Allah. (Iman Katolik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=424&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-425" title="Hal 4" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-4.jpg?w=211&#038;h=299" alt="" width="211" height="299" /></a><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-426" title="Hal 5" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-5.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<p>Pewartaan dalam Gereja Katolik memiliki beberapa bentuk yaitu pelajaran agama, katekese umat, atau homili. Dialog dengan agama lain juga oleh Gereja dinyatakan sebagai bentuk pewartaan yang sesuai dengan keadaan Gereja di tengah-tengah agama-agama di dunia. Pewartaan itu seluas Gereja sendiri, yang ingin membagikan pengalaman imannya dengan siapa saja yang ikut mencari kehendak Allah. (Iman Katolik, 1996, hal. 390).</p>
<p>Dalam perkembangannya, Gereja –lewat Konsili Vatikan II– menganjurkan media komunikasi modern seperti media cetak, film, radio, televisi dan sebagainya digunakan sebagai media untuk pewartaan Injil. Pada awal tahun ini, Paus Benediktus menerbitkan pesan untuk Hari Komunikasi Sedunia ke-44 yang jatuh pada bulan Mei mendatang. Paus menulis, “para imam ditantang untuk mewartakan Injil dengan menggunakan generasi teknologi audiovisual yang paling mutakhir (gambar, video, fitur animasi,blog dan website).<span id="more-424"></span><!--more--></p>
<p>Lewat pesan itu Paus tidak hanya menganjurkan kepada para imam melainkan juga kepada semua warga Gereja yang karena pengalaman imannya mengalami karya Allah. Artinya, pewartaan juga menjadi kewajiban setiap umat beriman.</p>
<p>Orang muda Katolik (OMK) juga dapat menjadi pewarta dengan segala talenta yang dimilikinya, misalnya bernyanyi dan bermain musik. Memainkan musik rohani tentunya juga melalui proses yang sama seperti memainkan musik duniawi, antara lain, mengaransemen musik, diskusi lirik dan latihan memainkannya. Nah, dalam proses itulah nilai-nilai kekatolikan yang menjadi pesan utama sebuah lagu rohani akan menjiwai semua orang yang terlibat dalam musik itu.</p>
<p>Tentang Indie</p>
<p>Indie, yang berasal dari kata independen (mandiri) adalah sebuah gerakan bermusik yang mulai populer di Indonesia satu dasawarsa terakhir ini. Gerakan indie musik awalnya adalah gerakan perlawanan terhadap industri musik mapan yang kerap mengintervensi hasil karya kreatifitas musisi. Intervensi itu terjadi mulai dari mengganti nama band, mengganti lirik sampai secara mendasar ikut menentukan jenis musik sebuah kelompok band. Tujuan utama intervensi itu tak lain dan tak bukan adalah untuk memenuhi selera pasar. Jika musik yang dikeluarkan oleh perusahaan rekaman itu disenangi pasar, maka keuntungan akan diraup. Mereka yang menyebut dirinya “indie” tidak mau bergabung dengan perusahaan rekaman besar karena tidak mau disebut “melacurkan musik”. Mereka lebih memilih merekam, memperbanyak dan mengedarkannya sendiri. Tentu saja dengan resiko hanya segelintir orang yang berminat pada musik mereka.</p>
<p>Setelah melewati masa-masa krisis, kini gerakan musik indie mulai diapresiasi oleh banyak kalangan. Radio-radio di Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya mulai membuat program acara untuk memutarkan musik-musik indie. Media cetak bertema musik juga mulai menyediakan space untuk gerakan musik indie agar gerakan ini tetap eksis.</p>
<p>Dua semangat, satu acara</p>
<p>Semangat untuk menjadi pewarta sekaligus men jadi indie inilah yang menjadi semangat pergelaran Festival Musik Rohani yang diadakan oleh komunitas Sindiekat (Surabaya Indie Katolik) pada 7 Februari lalu di gelanggang olahraga (GOR) Hayam Wuruk Surabaya. Sehari sebelumnya digelar Workshop Musik Digital untuk memperkaya wawasan para peserta tentang musik digital di aula serbaguna SMPK St. Yosef jalan Joyoboyo Surabaya.</p>
<p>Semangat untuk menjadi pewarta dalam Festival ini diwakili oleh pemilihan lagu wajib dari Puji Syukur yaitu “Jadilah Mereka Satu” (PS 671) dan “Alangkah Bahagianya” (PS 619). Dengan mengaransemen dan memainkan lagu wajib ini, para peserta menyebarluaskan pesan dan nilai yang terkandung dalam lirik lagu ini. Jika pesannya tidak dapat diterima dengan jernih oleh orang lain, minimal para musisinya dapat memetik hikmah dari penggarapan lagu ini.</p>
<p>Sementara, semangat untuk menjadi indie diwakili oleh proses pembuatan dan distribusi album kompilasi.</p>
<p>Sebagai informasi, pada acara Sindiekat I Oktober 2007 lalu, panitia berhasil memproduksi 100 keping cakram (compact disc) album kompilasi para pemenang dan mendistribusikannya hingga ke seluruh Indonesia.</p>
<p>Menurut rencana, panitia yang mayoritas adalah relawan Komkep ini akan merekam dan memproduksi album kompilasi yang sama dengan album sebelumnya untuk para pemenang kali ini.</p>
<p>Festival ini adalah acara kedua setelah tiga tahun sebelumnya digelar Festival Sindiekat part I. Dari sisi peserta sedikit ada penurunan jumlah. Berdasar evaluasi Sindiekat part I (yang juaranya didominasi paroki dari Surabaya), festival kali ini menggunakan pembagian zona wilayah agar tidak terkesan “Surabaya-sentris”.</p>
<p>Tema yang diusung dalam acara yang dihadiri ratusan OMK dari dalam dan luar Surabaya ini adalah “Be Unity in Harmony”. Menurut keterangan pers panitia, tema ini diambil antara lain untuk menyebarluaskan pesan “menjadikan keanekaragaman menjadi suatu keharmonisan”.</p>
<p>Panitia yang didampingi oleh Rm Sabas Kusnugroho, Pr. ini menghadirkan tiga orang dewan juri yaitu Vincent Son G (pemazmur, organis, pelatih koor dan guru vocal), DJ Micky (produser di music line Indonesia, penyiar radio DJ FM, promotor musik indie Surabaya) dan Bruder Nungky  O.Carm (Pengajar sinematografi dan elektra band).</p>
<p>Setelah acara ini ada dua agenda yang dipersiapkan yaitu proses rekaman album kompilasi dan persiapan untuk Sindiekat part III. Untuk membicarakan hal itu, panitia dan peserta berkumpul di sebuah villa di Pandaan pada 13-14 Maret lalu.</p>
<p>Dengan hajat ini, orang muda Katolik (OMK) Keuskupan Surabaya unjuk diri lewat musik rohani sekaligus menjadi pewarta karya keselamatan Allah dalam semangat indie.</p>
<p>Yudhit Ciphardian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=424&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/menjadi-pewarta-menjadi-indie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-4.jpg?w=211" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-5.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perubahan</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/perubahan/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 09:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIV - April 2010]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan. Satu kata atau satu keadaan yang sering kali membuat kita shock menghadapi suatu keadaan baru, mungkin bingung, atau bahkan bagi banyak orang menguntungkan, namun tak jarang justru merugikan beberapa orang yang lain. Hal mendasar yang perlu kita renungkan bersama adalah bahwa perubahan seringkali merupakan jawaban yang paling tepat ketika di dalam perjalanan suatu proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=421&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-422" title="Hal 6" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-6.jpg?w=211&#038;h=299" alt="" width="211" height="299" /></a>Perubahan. Satu kata atau satu keadaan yang sering kali membuat kita shock menghadapi suatu keadaan baru, mungkin bingung, atau bahkan bagi banyak orang menguntungkan, namun tak jarang justru merugikan beberapa orang yang lain.</p>
<p>Hal mendasar yang perlu kita renungkan bersama adalah bahwa perubahan seringkali merupakan jawaban yang paling tepat ketika di dalam perjalanan suatu proses terjadi suatu gap atau kesenjangan yang cukup lebar antara harapan dan kenyataan yang lazim kita sebut “masalah”.</p>
<p>Mari kita mencoba masuk ke dalam apa yang akan kita bahas pada tajuk kali ini. Kita dapat bersama-sama melihat dan merasakan begitu banyak dan kompleksnya masalah yang dihadapi oleh OMK kita saat ini. Bukan hanya sekedar soal religiusitas yang menjadi masalah bagi OMK. Sebagai contoh, di kota kecil dengan 3 Paroki seperti Blitar misalnya, banyak sekali contoh kasus di luar hal-hal religiusitas yang membuat kita harus mengelus dada. OMK yang sekarang seharusnya peka terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, nyatanya sama sekali tidak menunjukkan sikap peduli.<span id="more-421"></span><!--more--></p>
<p>Mereka seolah hanya larut di dalam arus jaman yang menggiring mereka pada sikap hedonisme (orientasi mencari kenikmatan semata) yang sekarang telah meracuni berbagai sendi kehidupan kaum muda.</p>
<p>Bertolak dari keprihatinan ini kita dapat sejenak menengok hal apa yang telah dilakukan gereja untuk dapat mengambil bagian dalam usaha mencari solusi atas masalah ini.</p>
<p>Sesuai hasil Ardas tahun 2009, Keuskupan Surabaya telah menyimpulkan satu kesimpulan umum sebagai cita-cita bersama yaitu : “Gereja Keuskupan Surabaya sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang semakin dewasa dalam iman, guyub, penuh pelayanan dan misioner”</p>
<p>Dari sederet kalimat di atas, secara tersirat tampak bahwa gereja sangat peduli akan perkembangan OMK. Banyak hal yang bisa segera dilakukan untuk memperbaiki keadaan yang kita anggap memprihatinkan ini. Salah satu program yang diharapkan dapat mengubah keadaan adalah sebuah diklat leadership yang memang sudah pernah diadakan di Paroki Santo Yusup Blitar.</p>
<p>Kenapa sebuah diklat kepemimpinan menjadi begitu urgent? Karena memang saat ini OMK di Blitar seolah kehilangan sosok yang mampu memimpin arah kegiatan mereka ke hal-hal yang membangun dan mendewasakan. Yang menjadi harapan kita bersama adalah setelah diadakannya sebuah diklat kepemimpinan yang terencana dan berkelanjutan, maka OMK di Blitar dapat menemukan kembali jati diri mereka sebagai OMK sejati dan dapat membantu Keuskupan dalam usaha mewujudkan cita-cita bersama sesuai hasil Ardas.</p>
<p>Satu hal yang dapat saya sampaikan untuk sidang pembaca yang budiman: Segera bertindak untuk berubah!</p>
<p><strong>Johanes Patrisius Andreas</strong></p>
<p><em>OMK St Yusup Blitar</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=421&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-6.jpg?w=211" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Berani Bermimpi</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/mari-berani-bermimpi/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/mari-berani-bermimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 08:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIV - April 2010]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[“Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia”. Kalimat ini adalah kalimat pertama lagu “Laskar Pelangi”. Lagu ini menjadi soundtrack film dengan judul yang sama. Lagu yang dinyanyikan grup band Nidji ini sama larisnya dengan film yang disutradari oleh Riri Reza dan novel yang ditulis oleh Andreas Herata. Tiga serangkai lagu, novel dan film ini menempati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=416&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-7.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-418" title="Hal 7" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-7.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a>“Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia”. Kalimat ini adalah kalimat pertama lagu “Laskar Pelangi”. Lagu ini menjadi soundtrack film dengan judul yang sama. Lagu yang dinyanyikan grup band Nidji ini sama larisnya dengan film yang disutradari oleh Riri Reza dan novel yang ditulis oleh Andreas Herata. Tiga serangkai lagu, novel dan film ini menempati posisi pertama di chart lagu dan film serta buku terlaris di Indonesia selama berminggu-minggu.</p>
<p>Topik utama dari tiga karya seni (novel, film dan musik) ini adalah tentang keberanian bermimpi. Diceritakan bahwa Andreas Herata (yang dalam film dan novelnya memakai nama Ikal) adalah seorang pemuda dari provinsi Bangka-Belitung yang menempuh pendidikan dalam kondisi terbatas, mengingat kota tempat tinggalnya adalah daerah tertinggal, namun berani membangun mimpi atas hidupnya dan memperjuangkannya hingga terwujud.<span id="more-416"></span><!--more--></p>
<p>Keberanian itu ia dapat dari guru, orangtua dan teman-teman sepermainan yang dalam film diceritakan dengan mengharukan. Berkat keberanian membangun mimpi itu, Ikal berhasil kuliah pascasarjana di Perancis dan di sanalah ia menulis novel pertamanya Laskar Pelangi yang sangat fenomenal.</p>
<p>Topik “keberanian bermimpi” ini ia ulangi di novel kedua yang juga difilmkan dengan judul yang sama, “Sang Pemimpi”.</p>
<p>Dengan dua film ini, kita diajak untuk berani bermimpi akan hidup kita. Keberanian bermimpi saat ini adalah “barang mewah” mengingat mimpi-mimpi kita sudah ditentukan oleh televisi dan iklan. Lihatlah betapa standart hidup sukses kita dewasa ini adalah sama seperti yang diiklankan di teve yaitu bekerja di perusahaan mapan, dengan rumah dan mobil mewah serta penampilan yang menawan. Dengan begitu standart kesuksesan juga mengalami pergeseran. Kesuksesan diukur dari benda-benda duniawi. Kita kesulitan untuk memimpikan hidup kita sesuai dengan yang kita inginkan untuk menjadi apapun yang kita mau.</p>
<p>Topik “berani bermimpi” ini pula yang menjadi tema utama Retret Siswa-Siswi SMAK Untung Suropati (Unsur) Sidoarjo pada 15-19 Februari lalu di wisam Canta Yumana Trawas. Retret yang difasilitasi penuh oleh team Komkep ini diikuti oleh 150 orang dari lima kelas dalam dua gelombang. Gelombang pertama (15-17 Februari) diikuti kelas IPS dan ge-lombang kedua (17-19 Februari) diikuti kelas IPA.</p>
<p>Menurut guru agama SMAK Unsur Ignatius Puguh, retret ini adalah acara tahunan yang diikuti oleh semua kelas XI. Untuk tahun ini SMAK Unsur mempercayakan seluruh materi dan kemasan acara retret pada Komkep dengan romo Kurnia Yudatama (staf Komkep) sebagai pastor pendamping. “Saya berharap retret ini dapat menjadi acara yang berkesan mendalam bagi murid-murid. Semoga mereka akan mengenang retret ini sebagai salah satu acara yang mengubah hidup dan cara pandang mereka,” ujar Ignas.</p>
<p>Alur materi dalam retret ini adalah peserta diajak untuk mengenali potensi dirinya sebagai pribadi yang berharga. Lalu dengan kesadaran itu peserta mengenali arti bermimpi dan berpengharapan. Lalu peserta diminta untuk berani merencanakan hidup hingga 10 tahun mendatang.</p>
<p>Selain ceramah dan tanya jawab, acara juga diisi dengan game, dinamika kelompok dan diskusi film. (*)</p>
<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-417" title="Hal 8" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-8.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=416&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2010/04/06/mari-berani-bermimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-7.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2010/04/hal-8.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peka, Mandiri dan Terlibat</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/peka-mandiri-dan-terlibat/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/peka-mandiri-dan-terlibat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 11:29:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIII - Desember 2009]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Tiga kata kunci yang menjadi judul tulisan ini berasal dari rumusan Visi Komkep 2005-2009 (rumusan lengkap ada di Horda September 2009). Ketiga kata ini bukan kata yang pasif melainkan aktif. Artinya, ini bukan semangat yang kita bawa sejak lahir, melainkan semangat yang perlu ditumbuhkan terus-menerus seiring dengan kedewasaan kita. OMK yang memiliki tiga semangat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=411&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-413" title="Hal 1" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-1.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a>Tiga kata kunci yang menjadi judul tulisan ini berasal dari rumusan Visi Komkep 2005-2009 (rumusan lengkap ada di Horda September 2009).</p>
<p>Ketiga kata ini bukan kata yang pasif melainkan aktif. Artinya, ini bukan semangat yang kita bawa sejak lahir, melainkan semangat yang perlu ditumbuhkan terus-menerus seiring dengan kedewasaan kita. OMK yang memiliki tiga semangat ini tentulah OMK yang telah banyak berlatih mengolah diri, berefleksi dan dengan tekun dan penuh kesadaran terus berupaya memupuk semangat ini sebagai roh untuk beraktivitas.<span id="more-411"></span><!--more--></p>
<p>Kita dapat merasakan dua dimensi yang tercermin dari visi ini yaitu dimensi ke dalam dan keluar. Ke dalam berarti Komkep memberi ruang, memfasilitasi  serta mendorong agar OMK menjadi bagian dari karya pastoral gereja di Keuskupan Surabaya lewat berbagai bentuk. Tanpa melupakan dunia OMK yang sangat dinamis dan bergerak cepat, Komkep (dengan visi ini) ingin menyebarkan semangat ini sebagai nilai-nilai luhur dalam setiap bentuk kegiatan.</p>
<p>Berdimensi keluar berarti semangat ini hendak diwujudkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di mana OMK menjadi bagian daripadanya. Pada dimensi ini, peran dan fungsi Komkep terasa kurang optimal. Beberapa ajakan dari rekanan, mitra dan jejaring Komkep untuk bergumul dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan yang kongkret, kurang mendapat sambutan yang memuaskan. Dalam berbagai rapat, diskusi dan kegiatan, kurang terasa gairah untuk berkarya di tengah masyarakat. Masalah kompetensi, kapasitas dan minimnya relawan menjadi faktor utama yang mengemuka sejauh ini.</p>
<p>Jika merujuk pada rumusan aslinya, visi ini diawali dengan kalimat “OMK yang mempunyai kemauan belajar terus-menerus dalam pengembangan diri dan organisasi..” Dari kalimat pertama ini nampak jelas kemana arah pendampingan dan pemberdayaan yang dilakukan Komkep yaitu pengembangan diri dan organisasi. Maka, yang menjadi bingkai besar dari ketiga kata kunci itu adalah pengembangan diri dan organisasi.</p>
<p>Menjadi OMK yang peka, mandiri dan terlibat adalah antitesis dari semangat umum yang sedang menghinggapi orang muda jaman sekarang, yaitu semau gue, individualis dan hedonis (mencari kenikmatan semata). Dengan begitu, maka visi ini tidak mudah dijalankan. Perlu kesabaran, energi  ekstra dan daya tahan tinggi untuk tetap setia menjaga visi ini di tengah gempuran modernisasi.</p>
<p>Dua prioritas program untuk bidang pastoral OMK yang dihasilkan dalam Musyawarah Pastoral, November kemarin, adalah kaderisasi dan pemberdayaan. Beberapa bidang pastoral lainnya (kerasulan awam, dan hubungan antaragama) juga memprioritaskan progam yang senada.</p>
<p>Dalam perjalanan waktu, prioritas program kaderisasi dan pemberdayaan ini dapat menjadi agenda bersama yang jika dilakukan dengan intens dan penuh komitmen tak mustahil akan terwujud.</p>
<p>Sembari bersiap untuk bersinergi dengan komisi-komisi lain guna melaksanakan Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2010-2019, Komkep dapat memulainya dengan merancang dan memikirkan visi-misi berikutnya sebagai pedoman berpastoral bagi OMK. Mari!</p>
<p><strong>Yudhit Ciphardian</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=411&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/peka-mandiri-dan-terlibat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-1.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visi Misi Adalah</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/visi-misi-adalah/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/visi-misi-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 11:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIII - Desember 2009]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa Indonesia menyerap kata “visi” dari bahasa Inggris vision. Dalam khazanah bahasa, kata vision itu sendiri memiliki beberapa interpretasi. Yang pertama, visi berarti gambaran mental. Sebuah ide atau gambaran mental mengenai sesuatu hal; sebuah pengalaman dimana seseorang mampu melihat hal-hal yang secara nyata tidak eksis, biasa-nya orang yang mengalami hal ini sedang memikirkan hal-hal spiritual, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=408&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-409" title="Hal 2" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-2.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a>Bahasa Indonesia menyerap kata “visi” dari bahasa Inggris vision. Dalam khazanah bahasa, kata vision itu sendiri memiliki beberapa interpretasi.</p>
<p>Yang pertama, visi berarti gambaran mental. Sebuah ide atau gambaran mental mengenai sesuatu hal; sebuah pengalaman dimana seseorang mampu melihat hal-hal yang secara nyata tidak eksis, biasa-nya orang yang mengalami hal ini sedang memikirkan hal-hal spiritual, berada dalam pengaruh obat, atau mengalami gangguan mental.<span id="more-408"></span><!--more--></p>
<p>Kedua, visi berarti penglihatan masa depan. Kemampuan untuk membayangkan dan merenca-nakan dengan baik seperti apa negara, masyarakat, industri, organisasi dan lain-lain di masa depan.</p>
<p>Ketiga, visi berarti kemampuan. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan fisik mata kita dalam melihat.</p>
<p>Bahasa Indonesia juga menyerap kata “misi&#8217; dari bahasa Inggris mission. Dalam khazanah bahasa, kata misi itu sendiri memiliki interpretasi ganda.</p>
<p>Pertama, misi berarti pekerjaan. Secara khusus misi selalu berkaitan dengan pekerjaan militer yang cukup penting, dimana seorang serdadu dikirim ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu.</p>
<p>Secara umum misi berkaitan dengan suatu pekerjaan yang dipercayakan pada seseorang yang punya kewajiban untuk melakukannya.</p>
<p>Yang kedua, misi berarti orang. Dalam hal ini “orang” adalah sekelompok orang yang mempunyai pekerjaan untuk mengembangkan informasi mengenai negara, organisasi, dan religi tentang suatu negara atau tempat lain, dimana sekumpulan orang tersebut berada/ditempatkan.</p>
<p>Nah, secara singkat visi adalah pandangan jauh ke depan. Visi sebuah organisasi adalah pandangan umum dari cita-cita yang ingin diwujudkan oleh organisasi tersebut. Penggunaan kata visi biasanya dipadankan dengan kata misi. Dimana misi adalah orang-orang yang punya tugas penting untuk mewujudkan visi secara nyata dalam kehidupan berorganisasi.</p>
<p>Yang lebih buruk daripada buta adalah bisa melihat tapi tidak punya visi. (<em>Hellen Keller</em>)</p>
<p>Seseorang yang memiliki uang tidak sebanding melawan sesorang yang memiliki misi (<em>Doyle Brunson</em>)</p>
<p><strong>M.G. Citra Eka P.</strong></p>
<p><strong><em>Mahasiswa English Literature Universitas Negeri Surabaya &#8211; OMK Paroki Yohanes Pemandi</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=408&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/visi-misi-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-2.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melihat Kemiskinan Dengan Lebih Terang</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/melihat-kemiskinan-dengan-lebih-terang/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/melihat-kemiskinan-dengan-lebih-terang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 11:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIII - Desember 2009]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Kesan pertama pada film yang berdurasi 81 menit ini adalah ngeri. Bagaimana tidak ngeri? Di balik begitu anggun dan menariknya jalanan Malioboro dan kota Jogjakarta yang berpredikat kota wisata itu, ternyata tersimpan demikian kejam dan menyedihkan kisah hidup sebagian orang kelas bawah yang selama ini lepas dari pandangan mata awam. Bisa jadi, ini merupakan sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=405&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-406" title="Hal 3" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-3.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a>Kesan pertama pada film yang berdurasi 81 menit ini adalah ngeri. Bagaimana tidak ngeri? Di balik begitu anggun dan menariknya jalanan Malioboro dan kota Jogjakarta yang berpredikat kota wisata itu, ternyata tersimpan demikian kejam dan menyedihkan kisah hidup sebagian orang kelas bawah yang selama ini lepas dari pandangan mata awam. Bisa jadi, ini merupakan sebuah tamparan keras yang patut dipublikasikan kepada banyak pihak sehingga dapat dilakukan tindakan lebih lanjut terhadap kisah-kisah serupa di kota-kota lain.<span id="more-405"></span><!--more--></p>
<p>Ada tiga kematian yang mewakili tiga titik penting kehidupan jalanan yang diangkat dalam film ini. Kematian bocah pertama ketika duduk di atas kereta mewakili kerasnya hidup di jalanan. Kematian kedua, secara eksplisit dikatakan dan dituliskan, sebagai korban mafia asuransi, dan kematian ketiga, karena salah tusuk, mewakili aksi kekerasan antar-preman jalanan.</p>
<p>Secara umum, kemiskinan itu sendiri mengacu pada dua hal yaitu penghasilan yang tidak mampu mencukupi kebutuhan dan tidak terpenuhinya hak hidup seseorang. Bagaimana kemiskinan ini terjadi? Manusia lahir, semua tanpa membawa apa pun selain tubuh, jadi, kalau ada orang yang kemudian menjadi miskin atau kaya, kita percaya bahwa ada sistem yang membuat mereka demikian. Inilah yang kemudian disebut kemiskinan struktural.</p>
<p>Seberapa keras seorang miskin itu berusaha dan bekerja, dia tak akan bisa keluar dari lingkaran kemiskinan. Hal ini membuat mereka putus asa. Maka tak heran, ketika ada organisasi atau kelompok-kelom-pok yang berusaha memberi mereka pengalaman baru melalui bangku sekolah, mereka malah memilih untuk lari.</p>
<p>Sedikit distorsi. Pada awalnya pasti kita berpikir “omong kosong” tak bisa keluar dari lingkaran kemiskinan itu, sebab, saya sendiri bisa kok! Dulu saya miskin, sekarang, meskipun tidak kaya, tapi saya bisa hidup lebih mapan, karena saya mau bersekolah, belajar, dan bekerja keras. Oke, pendapat dan pengalaman itu tidak salah. Namun kalau boleh dibilang, maaf, ini adalah cara pandang liberal.</p>
<p>Kita bisa berkata demikian karena kita TIDAK berasal dari kelompok yang benar-benar miskin itu. Pada awalnya, kita berada di golongan menengah, meskipun menengah ke bawah. Coba kita amati lebih jeli golongan yang benar-benar berada di bawah. Untuk makan saja susah, baju ya hanya yang itu-itu saja. Mungkin susah untuk digambarakan melalui kata-kata, namun melalui sepenggal film kisah dalam film ini, atau pengalaman bersama mereka, kita bisa sedikit berada di pihak mereka, melihat dari sudut pandang mereka, barulah kita dapat benar-benar ada untuk mereka, kaum marginal.</p>
<p>Kembali ke topik utama. Jadi, mengapa mereka yang diberi kesempatan mencicipi bangku pendidikan malah lari? Sebenarnya mungkin bukan lari, hanya, caranya saja yang tidak sesuai, tidak “pas” dengan latar belakang kultur mereka. Kultur jalanan yang bebas. Jadi kalau memang mau, berilah pendidikan yang sesuai dengan kultur hidup keseharian mereka: di jalanan sambil belajar, atau di sawah sambil menggiring ternak. Kultur hidup mereka yang demikian bukan berarti mereka lebih tak beradab daripada kita, kan?</p>
<p>Cara lain? Program anak asuh, mungkin, bagi mereka yang sudah bersekolah namun tak punya dana untuk me-lanjutkan. Bagi yang sudah lebih besar, beri latihan kerja, tapi ingat, perlakukan mereka sebagai layaknya sesama manusia, bukannya sampah masyarakat.</p>
<p>Bantuan karikatif? Memang bantuan jenis ini masih dibutuhkan namun jangan dijadikan pola karena bantuan ini hanya bersifat temporer, moment-moment tertentu saja, tetap tak bisa menyelesasikan masalah. Selain itu, bantuan pinjaman modal dengan bunga lunak tentu sangat diperlukan untuk kelangsungan mereka yang mulai memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri secara kecil-kecilan. Namun seringkali, jenis pinjaman ini tidak tersedia di bank atau bahkan pengajuan kredit mereka ditolak. Kita bisa tawarkan pendidikan Credit Union bagi mereka (seperti pengalaman para pengusaha kecil di Kalimantan yang akhirnya malah membuahkan Credit Union terbesar di negeri ini).</p>
<p>Penyelesaian terhadap kemiskinan memang kasustik, artinya, di tiap daerah berbeda dengan daerah yang lain, unik. Jadi perlu dibuat pemetaan kasus yang teliti. Kita ambil contoh saja, mengatasi kemiskinan di metropolis. Ada daya tarik metropolis yang memicu terjadi- nya urbanisasi. Maka seharusnya  pembangunan di kota-kota kecil non metropolis juga digenjot sehingga terjadi pemerataan, buntutnya, untuk mendapatkan “sesuatu” yang tadinya hanya da-pat diperoleh di metropolis, dapat dicegah dengan pemerataan pembanguan ini.</p>
<p>Namun, jika kita hanya rakyat kecil, dari golongan menengah, baiklah kita lakukan perbaikan kultur dan sistem di sekitar kita saja dahulu. Selain itu, peran kita dalam media untuk memaparkan keada-an yang terjadi di sekitar kita tentu dapat membuka cakrawala lebih banyak orang, terutama pemerin-tah, yang searusnya bertanggung jawab atas fakir miskin dan anak terlantar, seperti yang tertulis dalam UUD &#8217;45.</p>
<p>Sekarang, sekali lagi, sebagai kelas menengah yang “menggem-pur” ke atas dan mendidik ke bawah, bagaimana kita dapat ambil bagian? Peran mana yang dapat kita lakukan, yang paling sesuai dengan potensi diri kita? Mari bergerak, Muda 100%, Katolik 100%, dan Indonesia 100%.</p>
<p><strong>Silvana Windharwati</strong></p>
<p><strong><em>team materi Jumatan  Bengawan</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=405&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/melihat-kemiskinan-dengan-lebih-terang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-3.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaleidoskop Komkep 2009</title>
		<link>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/kaleidoskop-komkep-2009/</link>
		<comments>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/kaleidoskop-komkep-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 10:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komkepsurabaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edisi XXIII - Desember 2009]]></category>
		<category><![CDATA[HORDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komkepsurabaya.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=399&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-400" title="Hal 5" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-5.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-401" title="Hal 6" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-6.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-7.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-402" title="Hal 7" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-7.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a><a href="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-403" title="Hal 8" src="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-8.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komkepsurabaya.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komkepsurabaya.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komkepsurabaya.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komkepsurabaya.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komkepsurabaya.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komkepsurabaya.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komkepsurabaya.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komkepsurabaya.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komkepsurabaya.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komkepsurabaya.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komkepsurabaya.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komkepsurabaya.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komkepsurabaya.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komkepsurabaya.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komkepsurabaya.wordpress.com&amp;blog=1476296&amp;post=399&amp;subd=komkepsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komkepsurabaya.wordpress.com/2009/12/14/kaleidoskop-komkep-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b7dfdeef6c1729f05477902bd217b35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komkepsurabaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-5.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-6.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-7.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komkepsurabaya.files.wordpress.com/2009/12/hal-8.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Hal 8</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
