Diksi Edisi IV Januari 2008

edisi-4-hal-7.jpg

LOGO BARU

Temanku memberi saran, “Jangan merubah”. Lho kenapa? Lantas temanku menjelaskan, “Karena merubah itu artinya menjadi seperti rubah. Maka jangan merubah, tapi mengubah”. Oh, soal diksi toh. Aku kira soal apa gitu.

Dialog itu terjadi bertahun-tahun yang lampau. Ingatan tentang dialog itu muncul dalam benak ketika beberapa hari yang lalu Komkep mau mengubah logo. Dengan penyesuaian tafsir seperlunya, dialog itu dapat menjadi pesan ringan bagi mereka yang berada dalam saat-saat perubahan. Silakan membuat perubahan, tapi jangan menjadi seperti rubah. Perubahan mesti dibuat dengan intensi atau maksud tertentu, dengan kesadaran yang cukup, jangan karena dorongan gelombang liar emosional serba terburu yang mendadak lari dan nanti tiba-tiba berhenti. Ingatlah bahwa Tuhan tidak bertindak sembrono melainkan dengan memperhitungkan rencana dan keindahan gerak yang menakjubkan. Memang, Dialah arsitek dan kita adalah pekerja. Kita terus membuat perubahan dan melakukan pergerakan, dengan mengerahkan segenap daya imajinasi budi dan hati, supaya selaras dengan gambar serta rencana yang dibuat Tuhan. Meskipun rencana dan gerakNya tidak pernah kita lihat seutuh-utuhnya dan kita tidak tahu bagaimana hasil akhirnya, namun kita percaya dan terus bekerja, sebab Tuhan itu maha baik, ramah dan murah hati.

Kembali pada logo komkep. Logo baru Komisi Kepemudaan Keuskupan Surabaya (Komkep) dibuat atas usulan dari teman-teman yang mengetahui ‘bahasa komunikasi visual’. Bentuk utama dari logo tersebut adalah api. Nah dengan simbolik api, kita melambungkan pengharapan. Moga-moga api ini adalah api yang dilemparkan oleh Tuhan Yesus, yang diharapkan menyala dalam hati. Bukan api penghukuman yang panas menyakitkan dan membinasakan. Bukan api amarah-dendam para murid. Bukan api unggun yang menyaksikan pengkhianatan di dekat jalan salib. Moga-moga dia adalah sebentuk api, suatu wujud yang tertangkap mata, ketika Roh Kudus meluncur anggun untuk membaharui hati para murid, menjadikan mereka saksi-saksi yang unggul. Moga-moga dalam gerak aktifitas Komkep, api ilahi itu terus menyala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: