Diksi Edisi VIII – Mei 2008

BERPOLITIK DENGAN MENCERMATI FRAMING

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, kata ‘demonstrasi’ masih memiliki konotasi positif. Waktu itu orang masih berpikir mengenai keberanian mengungkap pendapat meski berbeda dengan pendapat penguasa; mengenai upaya perjuangan untuk menggerakkan rakyat dalam kerangka memperbaiki tingkat kesejahteraan. Namun sekarang konotasi positif itu makin menguap. Dalam suatu kesempatan simulasi demonstrasi oleh pelajar kelas 1 SMP, seorang teman guru mendapati bahwa beberapa siswa mempersiapkan bola-bola kecil sebagai batu yang akan dilemparkan kalau tuntutan tidak dipenuhi secara memuaskan. Mengapa dapat terjadi seperti itu?
Adalah peran media massa terutama televisi yang menyumbang banyak terhadap perubahan konotasi dan cara pandang masyarakat terhadap suatu peristiwa. Jika dalam banyak kesempatan memberitakan peristiwa demonstrasi, editor berita televisi selalu memilih untuk menampilkan gambar dan adegan kekerasan, teriak emosional dan melempar batu, maka tidak mengherankan konotasi dan cara pandang masyarakat terhadap demonstrasi berubah menjadi lebih negatif dan suram. Demonstrasi menjadi dipahami sebagai sesuatu tindakan destruktif, sarat kekerasan dan minim gagasan. Proses pengubahan konotasi atau cara pandang ini bukan proses spontan alamiah otomatis belaka, namun melibatkan suatu pilihan sadar dan sengaja dengan maksud (politis) tertentu.


Proses dan kesengajaan ini, dalam ilmu sosial disebut sebagai framing. Framing bisa dikatakan sebagai upaya menceritakan cerita tentang sesuatu hal sehingga terbentuk suatu persepsi tertentu dalam benak orang. Sebagai contoh, kata ‘gajah’ telah menjadi frame yang menceritakan cerita tentang sesuatu yang besar, abu-abu, binatang dengan telinga besar yang disebut sebagai gajah. Framing bekerja pada wilayah perubahan persepsi. Boleh dikatakan bahwa framing berdekatan dengan upaya pencitraan. Dan di situlah terletak esensi dari perubahan sosial. Kekuatan dari frame tidak datang dengan segera. Membangun frame memerlukan waktu dan kerja serius terus menerus. Namun ketika frame sudah terbentuk maka kekuasaan sudah semakin dekat di tangan. Marketing, juga upaya penguasaan, amat mudah meluncur kalau frame sudah jadi.
Bayangkanlah, jika persepsi orang mengenai tata kelola hidup bersama dalam dunia sekarang ditentukan oleh prinsip ’survival of the fittest’, maka praktik hidup orang per orang akan semakin diwarnai oleh nilai-nilai individual, disiplin diri untuk menggapai prestasi sendiri dan tidak perlu lagi peduli pada nasib orang lain. Dalam framing seperti itu solidaritas adalah ide gila. Perhatian dan upaya pertolongan para korban bencana ekonomi sosial merupakan pemborosan tenaga dan waktu serta kesia-siaan belaka. Kesejahteraan umum menjadi tipuan belaka seperti isapan jempol anak kecil.
Dalam situasi gegap gempita suara gaduh peristiwa politik dewasa ini, menyongsong pemilihan gubernur dan tahun depan presiden, kita justru mendapati banyak orang muda merasa muak untuk berpikir dan berdiskusi mengenai perkara politik. Kiranya persepsi orang muda semacam itu merupakan hasil framing. Dan kita dapat menduga-duga kemungkinan bahwa ini dibuat oleh pihak-pihak yang memang ingin menyingkirkan kekuatan energi dan hati orang muda yang murni dari arena politik dewasa ini. Justru karena kondisi itu, semakin perlulah kita mengajak orang muda untuk terlibat politik dalam pengertian yang lebih luas. Misalnya, dengan mencermati what politics behind politics, yakni framing itu tadi, baik framing politik maupun sosial dan ekonomi. Kiranya keterlibatan politik semacam itu makin dibutuhkan dewasa ini, yakni keterlibatan politik yang cerdas, kritis dan berorientasi pada nilai.

Rm Tri Kuncoro Yekti, Pr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: