Opini Edisi VIII Mei 2008

HORDA ; Embrio bagi Lahirnya Alter KOMPAS
Oleh : Agustinus Ama Poli
(OMK-KS Paroki SMTB Ngagel Surabaya)

Sejenak aku termenung tatkala di atas meja dalam salah satu ruang yang ada di rumah singgah PPM (Pelayanan Partoral Mahasiswa), tergeletak lembar demi lembar halaman dari newsletter HORDA. Sebuah kejutan besar bagi Orang Muda Katolik keuskupan Surabaya (OMK-KS) karena telah berani menuangkan segala ide dan gagasan mereka dalam bentuk tulisan; dan sebuah tantangan teraktual bagi OMK-KS untuk mampu membentuk opini publik sehingga tidak mustahil, OMK-KS akan mampu memberikan peran secara tidak langsung dalam proses penentuan kebijakan publik baik di tingkat internal (gereja) maupun eksternal (masyarakat).


Sebuah Renungan
Dalam salah satu perikop Injil, ada tertulis, “Tuhan, apa yang mesti kuperbuat agar aku memperoleh kerajaan surga? – Kalau menurut kamu apa? – Sejak masa mudaku aku telah melaksanakan semua 10 perintah Allah. – Itu semua benar. Namun masih ada satu kekuranganmu. Juallah segala harta kekayaanmu dan bagikanlah uangnya kepada sesamamu yang membutuhkan.”
Secara manusiawi, aku pun pasti akan memberikan jawaban yang sama dengan orang yang ada dalam perikop tersebut. Namun, secara Ilahi aku pun sedikit tersindir oleh perkataan Yesus. Apakah aku sudah mampu untuk melepaskan segala apa yang kupunya dan memberikan kepada sesamaku yang sangat membutuhkan? Sebuah pertanyaan mendasar bagiku; dan pertanyaan penting bagi OMK-KS dewasa ini, “Sudahkah OMK-KS melepaskan segala apa yang dimiliknya dan dibagikan kepada siapapun yang sangat membutuhkan? Sudahkah OMK-KS memberikan andil secara aktif dalam kehidupan menggereja dan memasyarakat?”

Sebuah Ajakan
Tentunya sebuah langkah besar dari Komkep keuskupan Surabaya karena telah berani meluncurkan HORDA. Sebuah newsletter yang diharapkan mampu menampung segala ide dan gagasan OMK-KS dalam bentuk tulisan dan gambar. Alhasil, lambat laun OMK-KS akan mampu berperan sebagai motor penggerak bagi perubahan kehidupan menggereja yang bermartabat dan kehidupan masyarakat yang damai.
Melalui HORDA, OMK-KS akan mampu mengajak segenap anggota gereja untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia; menjadikan umat keuskupan Surabaya sebagai terang dan garam dunia (sebagian masyarakat Jatim dan sebagian masyarakar Jateng). Melalui HORDA pula, OMK-KS akan mampu mengajak seluruh umat keuskupan Surabaya untuk berperan aktif mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai. Dengan demikian, ungkapan almarhum Bapa Kardinal Mgr. Sugiyopranoto, “100% Katolik, 100% Indonesia”, dapat menjadi sebuah ungkapan yang hidup dalam hati nurani setiap insan Katolik khususnya yang ada di keuskupan Surabaya.

Sebuah Langkah Nyata
Dengan berani menhadirkan HORDA, Komkep-KS secara nyata sudah membuat sebuah langkah real. Sebuah langkah baru yang akan membawa perubahan besar bagi segenap OMK-KS. Sebuah langkah nyata yang secara terus-menerus akan mengajak OMK-KS berkarya dalam bidang jurnalistik (menyumbangkan ide dan gagasan lewat HORDA).
Sudah saatnya seluruh OMK-KS berperan dalam proses pembentukan opini publik. Sudah saatnya OMK-KS (khususnya aku), untuk menuangkan segala ide, gagasan, kritik, dan saran memalui HORDA. Sudah saatnya aku (OMK-KS) menulis dan menulis, mulai dari sekarang. Jika tidak saat ini, kapan lagi.
Meskipun demikian, ada satu hal yang perlu diingat bersama. Ketika sudah banyak OMK-KS yang turut andil bagi eksistensi HORDA dan perkembangan gereja-masyarakat, Komkep-KS harus mampu mengopeni mereka. Dalam arti, selalu menjaga komunikasi dan kerjasama dengan mereka sehingga mereka tidak hanya bersifat insidentil melainkan kontinyu (konsisten untuk berkarya melaui HORDA).
Sebagai usulan, HORDA harus mulai memikirkan untuk membentuk Forum Pembaca HORDA. Selain itu, HORDA juga harus mulai berpikir untuk membuat Radar HORDA, yang tersebar di seluruh paroki dalam wilayah keuskupan Surabaya. Dengan demikian, hari demi hari HORDA akan mampu menjadi media komunikasi bagi OMK-KS yang dapat dinikmati setiap insan OMK-KS. Bahkan tidak mustahil, dalam puluhan tahun ke depan, HORDA akan mampu menjadi alter KOMPAS; sebuah media komunikasi orang muda Jawa Timur bahkan Indonesia. Amin!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: