MEMILIH PEMIMPIN IDAMAN?

MEMILIH PEMIMPIN IDAMAN?

Sebentar lagi, masyarakat kita akan dibuat sibuk oleh perkara pemilihan kepala daerah secara langsung. Saya teringat pada seorang teman yang menunjuk satu tanda sederhana yang membedakan pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkadal) ini dengan pilihan lurah jaman dulu. Dulu, pada pilihan lurah, panitia menyediakan satu bumbung kosong (potongan batang bambu sebagai tempat menaruh lidi tanda pilihan) di samping bumbung calon yang ada. Rakyat desa bisa memilih bumbung kosong sebagai tanda bahwa ia tidak memilih calon yang ada. Bila jumlah pemilih bumbung kosong ternyata lebih banyak daripada jumlah orang yang memilih calon lurah yang ada, maka pilihan lurah harus diulang. Pengulangan dilanjutkan sampai dinyatakan secara faktual bahwa salah seorang calon memperoleh suara yang lebih banyak daripada suara yang ada di bumbung lainnya, termasuk bumbung kosong.

Hal itu tidak terjadi pada pilkadal sekarang ini. Berapapun jumlah orang yang tidak setuju dengan calon yang ada, pemilihan tidak akan diulang. Tidak memilih calon yang ada tidak akan mempengaruhi jalannya proses pemilihan. Maka cara pemilihan seperti ini memang mau mendorong tiap warga untuk mempergunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Dorongan situasi ini mesti kita sambut dengan sikap proaktif.

Oleh karena itu, dalam proses pilkadal seperti ini menjadi penting bagi tiap warga masyarakat untuk belajar lagi, untuk mengenali harapannya mengenai seorang pemimpin dalam konteks masyarakat masa kini; untuk mengenali karakter dan sejarah calon-calon yang menjadi kandidat, berikut program-programnya; juga mengenali bagaimana karakter ekosistem/ para pendukung para kandidat tersebut.

Sifat pribadi
Ada banyak buku dan penelitian mengenai kepemimpinan menyebutkan berbagai sifat dan perilaku yang diharapkan ada pada diri seorang pemimpin. Namun dalam kenyataan tidaklah mungkin seorang pemimpin memiliki semua sifat ideal tersebut. Sebaliknya dalam kenyataan, yang kita jumpai adalah seorang pemimpin yang tidak memiliki keseluruhan sifat-sifat tersebut melainkan memiliki hanya beberapa sifat kepemimpinan, yang penonjolannya berbeda antara pemimpin yang satu dengan yang lain. Atau barangkali, kita menjumpai ada seorang yang memiliki banyak sifat kepemimpinan tapi tidak menjadi pemimpin, dan justru seorang lain yang memiliki hanya sebagian kecil sifat-sifat tersebut ternyata menjadi pemimpin. Kemungkinan lain, kita baru menyadari bahwa setelah mendapat kesempatan menjadi pemimpin barulah pada diri seseorang kelihatan sifat-sifat yang diperlukan sebagai seorang pemipin (bukan sebagai sebab tapi sebagai akibat).

Rencana kerja
Oleh karena itu pertimbangan mengenai sifat-sifat ideal pribadi seorang pemimpin, mesti kita lengkapi dengan pertimbangan mengenai rencana-program kerjanya. Apakah seorang kandidat pemimpin memiliki komitmen dan berani teken kontrak mengenai pelaksanaan rencana-program kerja tersebut? Apakah rencana-program kerja tersebut cukup jelas? Apakah dapat diukur secara kuantitatif? Apakah menjawab persoalan korupsi, kekerasan dan kerusakan lingkungan hidup?

Lingkungan pendukung
Selanjutnya kita pun perlu mencari tahu mengenai lingkungan pergaulan dan siapa saja para pendukungnya. Karena seorang pribadi tidak pernah lepas dari lingkungan. Jika lingkungan sosial tidak mendukung, bahkan seorang pribadi yang kuat bisa mengalami erosi karakter dan kemudian lupa pada komitmennya pada kebaikan. Maka kita perlu menggali dan saling berbagi informasi mengenai siapa saja yang menjadi teman, pendukung dan penasehat dari seorang kandidat pemimpin yang akan dipilih dalam pilkadal.

Jika dalam injil Matius, Tuhan Yesus pernah bersabda, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar …”, barangkali inilah yang harus kita berikan kepada proses pilkadal yang sedang bergulir, yakni sikap proaktif, kemauan untuk belajar dan mencari informasi, serta bekerjasama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan beradab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: