Menjadi Manusia Pembelajar

Tentang Milis Komkep
Menjadi Manusia Pembelajar

Ada yang baru di Komkep dua bulan terakhir. Komkep membuat mailing list (daftar surat. Biasa disingkat milis) sebagai forum diskusi di ruang maya bagi para relawan, pemerhati dan aktivis kepemudaan di Surabaya yang memiliki alamat e-mail (surat elektronik).
Sejak dibuka dua bulan lalu, keanggotaan milis Komkep sudah mencapai 30-an orang. Tidak banyak yang aktif menulis dan menggagas sesuatu. Traffic (lalu-lintas) diskusinya masih diisi oleh beberapa orang saja. Topik diskusi yang paling ramai ditanggapi oleh anggota milis adalah soal naiknya harga BBM bulan lalu. Beberapa anggota milis mengemukakan argumen yang bagus. Topik-topik lain belum seramai topik ini.
Mungkin ini adalah akibat dari persoalan klasik di Indonesia yaitu akses internet mahal. Dalam hal ini kita masih tertinggal jauh oleh India (misalnya) yang sudah berani menyediakan akses internet gratis di perpustakaan tiap sekolah dan kampus.


Persoalan yang juga klasik adalah masih adanya OMK yang belum “melek teknologi”. Jangankan paham milis, akses internet saja belum pernah. Bagian yang satu ini tentu menjadi tugas Komkep untuk memfasilitasi agar ada sarana untuk belajar. Tentu keinginan untuk belajar juga menjadi syaratnya.
Nah, semangat belajar itulah yang mendorong dibukanya forum diskusi berupa milis ini. Pendeknya, menjadi manusia pembelajar.
Istilah manusia pembelajar pertama kali diperkenalkan oleh Andreas Harefa (motivator kondang) dalam bukunya “Menjadi Manusia Pembelajar”. Ciri utama manusia pembelajar adalah selalu memperkaya kapasitas dirinya, memperbaiki kekurangannya, terbuka terhadap kritik dan masukan orang lain, dan tidak kolot terhadap perubahan. Dia adalah sosok manusia yang dinamis, selalu membelajarkan dirinya dan juga mengajak orang-orang di sekelilingnya untuk terus belajar.
Sampai kemudian, ketika manusia-manusia pembelajar telah banyak dan berkumpul dalam sebuah komunitas, sebuah lembaga, kelompok binaan, ataupun sebuah organisasi, mereka dengan kesadaran yang ‘luar biasa’, berusaha menjadikan komunitas mereka sebagai komunitas pembelajar. Di manapun dia berada, dia selalu menggelorakan semangat belajar (lifetime learning). Tidak ada satu kejadianpun yang terlewatkan, melainkan untuk menggali pelajaran dan hikmah. Setiap hari adalah “perbaikan” untuk menjadi lebih baik dan menuju kepada kesempurnaan.
Begitulah hakikat berkegiatan di Komkep. Bergabung di milis adalah salah satu upaya mengakrabkan diri dengan teknologi dan memanfaatkan hasilnya.
Selamat bergabung di milis Komkep. Selamat menjadi manusia pembelajar. (Yudhit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: