MERDEKALAH

PAGI MERDEKA.
Pagi ini, bangun dari tidur, aku mengalami rasa sepi. Tidak ada suara sapaan teman. Tidak ada kegelisahan atau kekuatiran dalam hati tentang apa pun. Tidak ada beban pikiran di benakku. Aku tahu, ini sepi. Lebih lengang dari pagi kemarin. Tiada yang bising. Lebih kosong. Longgar. Bebas. Batinku tidak terikat oleh apa pun. Sepi.
Aku ke luar kamar, berdiri di halaman yang dinaungi pohon rimbun. Dalam hatiku muncul keinginan untuk bermain-main. Sebuah permainan yang sederhana bersahaja, sekedar menguji kemampuan orientasi diri jasmani. Lalu aku berjalan sambil menutup mata. Aku ingin tahu apakah dalam dua puluh langkah sepuluh hitungan, jalanku masih lurus. Satu, dua, tiga langkah. Sembilan dan sepuluh hitungan. Aha. Ternyata aku tidak mampu berjalan lurus dengan mata terpejam. Ternyata mengandalkan feeling saja, aku tak mampu mengarahkan gerakan otot kaki untuk menempuh arah lurus. Aku tertawakan kebodohan orientasiku. Hahaha.


Pagi ini, aku merdeka. Aku bebas bermain-main, sesuai dorongan hatiku, tanpa ada sedikitpun kuatir atau takut dianggap konyol oleh orang lain. Aku merasa ringan, bebas dan merdeka.
Dalam sepi ternyata ada merdeka. Ada keleluasaan. Inilah yang berharga. Sepi yang pantas dijaga dengan hormat. Bukan sepi yang hampa, namun yang menghadirkan kebebasan dari bising pikiran dan beban keinginan. Lepas dari belenggu emosional dan rasional. Dalam sepi ini aku merasakan ada kekuatan untuk berkehendak dan bertindak. Karena tak lagi aku merasa terikat. Pagi ini aku mengalami pelepasan. Dalam sepi ternyata terjadi pelepasan.
Merdeka adalah sederhana. Itu terjadi ketika aku bisa berjalan tanpa alas kaki pada pagi ini. Bahkan mungkin sepanjang hari. Aku dapat bertindak, dengan hati bersuka, bahkan tertawa. Aku pun bisa mencuci piring dan gelas, lebih banyak lagi, dengan hati gembira, bahkan tertawa. Tak perlu aku ragu lagi. Aku bisa menjadi diriku sendiri. Aku memang merdeka. Sudah merdeka. Merdeka lagi. Yakni mengenali kembali motivasi murni, yakni bertindak dengan rasa gembira dan hati yang siap tertawa.

INDONESIA, MERDEKALAH
Kemerdekaan sederhana semacam itu, apakah dinikmati bangsa Indonesia dewasa ini? Sebuah observasi dari seorang wartawan terkemuka berkewarganegaraan Australia yang bermukim di Inggris, yaitu John Pilger yang membuat film dokumenter tentang Indonesia dan juga telah dibukukan, dengan judul : “The New Rulers of the World”, menunjukkan hasil yang mengejutkan. Dalam salah satu bagian film dokumenter itu disebutkan, “Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya `”hadiah terbesar”, hasil tangkapannya dibagi. The Time-Life Corporation mensponsori konperensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari merancang pengambil alihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili : perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel. Di seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller disebut “ekonoom-ekonoom Indonesia yang top.”
Dalam satu kesempatan di tahun 2006, Kwik Kian Gie pernah mengatakan, ”Kalau kita percaya John Pilger, Brad Sampson dan Jeffry Winters, sejak tahun 1967 Indonesia sudah mulai dihabisi (plundered) dengan tuntunan oleh para elit bangsa Indonesia sendiri yang ketika itu berkuasa”.
Dan di tengah gelombang gila globalisasi dewasa ini, yang nyatanya meminggirkan kaum lemah, kita semakin bingung sendiri, bahkan untuk sekedar mengenali keinginan batin yang genuine. Sebab iklan telah membelenggu cita rasa kita dengan obsesi yang menderu-deru tentang kepemilikan, gengsi dan kenikmatan. Untuk itu, kemampuan mengatakan ’cukup’, adalah suatu benih kemerdekaan di jaman ini. Dan tindakan-tindakan asketis menjadi makin relevan di tengah berbagai kerinduan juga jerih payah untuk menegakkan kemerdekaan di Indonesia jaman ini. Marilah merdeka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: