Horda; Signifikan di Dalam, Relevan di Luar?

Horda; Signifikan di Dalam, Relevan di Luar?

Bulan ini adalah HUT ke-45 majalah bulanan Intisari. Jutaan pembaca setianya begitu terharu dengan usia ini. Sebagai majalah bulanan paling tua, Intisari sangat ketat dalam segmentasi isi ; iptek, humaniora dan gaya hidup. Intisari juga dengan pas menjelaskan tipikal pembacanya (sekaligus mayoritas warga kota besar) ; sibuk, tidak punya waktu banyak tapi haus bacaan bermutu. “Tubuhnya” mungil tapi padat. Pas dalam genggaman (handy) dan pas untuk tas jinjing nyonya-nyonya. Begitulah positioning Intisari.
Keunggulan lainnya, dia mengemban visi yang mulia untuk menumbuhkan budaya baca dan memenuhi dahaga akan ilmu pengetahuan populer. Sebagai “adik kandung” koran Kompas (pendirinya sama; PK Ojong. Pimpinan redaksinya; Jakob Oetomo), dia lahir karena jaman memanggilnya. Kemampuannya beradaptasi pada suasana jaman modern juga patut diteladani. Hasil akhir dari adaptasi itu adalah; menjadi kian segar, berbobot, bermutu, dan patut dikoleksi.
Horda! di usianya yang setahun juga bermimpi mencapai kebesaran seperti Intisari, tapi mungkin sampai 10 tahun mendatang hanya satu hal yang patut ditiru dan diperjuangkan, yaitu menumbuhkan budaya menulis dan membaca. Budaya menulis dan membaca akan membuka cakrawala berpikir tiap pribadi. Pada akhirnya, pribadi-pribadi akan tercerahkan dan komunitas menjadi semakin maju.
Horda! mengemban misi itu, setara dengan misi untuk mewartakan geliat, harapan, iman dan wacana orang muda yang berdinamika di Komkep.
Sebuah misi jelas tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada strategi pencapaian-pencapaian kecil sebelum berusaha meraih pencapaian besar.
Saat Horda! masih berbentuk konsep, pencapaian kecil yang ingin diraih adalah disiplin pada perencanaan. Gampangnya, setiap orang harus mematuhi jadwal deadline pengumpulan naskah. Proses produksi lainnya seperti tata letak dan penyutingan akan sangat ditentukan oleh waktu deadline. Semakin terlambat pengumpulan naskah, semakin terlambat pula proses berikutnya. Pencapaian ini belum berjalan dengan mulus. Padatnya agenda kegiatan (rush hour) dan lalu-lintas pergerakan kawan-kawan muda di Komkep yang fluktuatif menjadi salah satu faktor penyebab deadline terlambat dan kedodoran.
Pencapaian kecil berikutnya adalah kemampuan merekam sebuah kegiatan, sampai pada substansinya. Agar menjadi sebuah tulisan reportase kegiatan yang “menyejarah”, si penulis harus menemukan substansi dan pesan utama dari setiap kegiatan. Reportase sederhana yang menampilkan struktur 5W + 1H (who, where, when, what, whay + how) tetap penting, namun akan lekas lapuk jika tidak memuat pesan pokoknya.
Yang juga menjadi target pencapaian kecil adalah proses kreatif menulis itu sendiri.
Beberapa teman bercerita tentang bagaimana susahnya kegiatan menulis. Terutama di kalimat pertama. Nah, hikmahnya adalah bahwa menulis itu perlu latihan juga. Semakin sering dilatih, semakin lancar prosesnya.
Kini aktivitas menulis itu juga dipakai di acara Jumatan Bengawan dan Sanggar Sendang. Saat Jumatan, ditunjuk dua orang sebagai moderator dan presenter. Nah, si presenter wajib membuat makalah singkat yang akan dipakai sebagai bahan diskusi. Di Sanggar Sendang, semua anggota dirangsang untuk belajar menulis naskah yang akan dibahas bersama. Di dua divisi ini, aktivitas menulis sedang berupaya ditumbuh-suburkan.
Setelah memperjuangkan pencapaian kecil itu, target berikutnya adalah meraih pencapaian besar. Pencapaian besar itu adalah penciptaan kultur manusia pembelajar yang terus harus mengeksplorasi diri, meningkatkan kapasitas pribadi dan membagikannya pada komunitas serta menjadi berguna bagi lingkungan. Pencapaian besar ini akan tercapai dengan terus-menerus berjuang pada pencapaian-pencapaian kecil yang disebutkan di atas.

Gagasan Awal
Saat pertama kali dirumuskan, Horda! bertujuan untuk menjadi media informasi dan komunikasi antara Komkep dengan para stakeholders (pemangku kepen-tingan), yaitu donatur, mudika paroki se-Keuskupan, pemerhati OMK dan OMK sendiri. Dengan oplah 1000 eksemplar setiap bulan, Horda! disebar ke 41 paroki dan di kapel jalan Bengawan untuk umat umum.
Gagasan awal ini terus diperbaiki dari waktu ke waktu agar kian tepat sasaran dan selalu terjaga dalam koridor yang benar.
Selain menjadi media informasi dan komunikasi, Horda! juga bermaksud menyumbang beragam wacana yang diperlukan orang muda dalam menapaki masa muda yang penuh “gelombang dan riak”. Memang, wacana tidak boleh berhenti sebagai bacaan saja melainkan harus diuji dalam setiap aktivitas keseharian agar hidup semakin berkualitas.
“Perundingan” tentang konsep media ini berujung pada lawakan ludruk Kartolo yang memberi inspirasi nama (baca “Siapa Itu?..Kawan!” di hal. 6) dan buletin Narayana (yang diterbitkan pengurus sebelumnya) yang menjadi patokan pencapaian.

Signifikan dan relevan
Nah, sekarang muncul gugatan pertanyaan yang musti dijawab. Apakah Horda! -dalam perjalanannya selama setahun ini- sudah signifikan bagi Komkep dan relevan bagi OMK?
“Cuaca” yang menyelimuti pertanyaan ini adalah “cuaca” orang muda jaman sekarang yang suka nongkrong di mall, makan di McDonalds, ngopi di Starbucks atau nyemil di Bread Talk.
“Cuaca” ini dekat sekali dan menaungi “cuaca” di Komkep yang sedemikian rupa berusaha berlindung dari “cuaca” yang mengaburkan hakekat manusia ini. Dari segi tampilan (misalnya), Horda! berusaha tampil seperti layaknya bacaan orang muda yang gaul namun sarat pesan. Ornamennya meriah dan warnanya cerah. Tata letaknya dibuat lumer tapi mudah dibaca.
Dengan seluruh usaha itu, maka, tulisan ini sebenarnya sama sekali tidak menjawab pertanyaan besar itu.
Jawabannya berpulang pada Anda, para penikmat Horda!, karena Anda yang lebih berhak menilai.
Terima kasih untuk semua teman yang memungkinkan Horda! mengarungi usia setahun. Sukses bukanlah hasil akhir yang kita capai, melainkan keseriusan kita menapaki pilihan kita. (*)
Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: