Komkep Nyepi Sebagai Laboratorium

Komkep Nyepi Sebagai Laboratorium

Bergerak maju, semangat, lelah, salut, “gila”, percaya, flash back, dingin dan masih banyak lagi kesan kuat yang lahir dari proses Nyepi selama tiga hari. Hawa dingin desa Claket tenyata menghadirkan kesan yang mendalam bukan hanya bagi setiap individu yang hadir tapi juga bagi Komkep ke depan. Rangkaian refleksi dan diskusi tentang Komkep hari ini, hari esok dan rencana strategis Komkep kedepan ditampilkan dalam artikel berikut :
Tentang Komkep hari ini, fenomena yang penting untuk disikapi adalah, pertama, kegiatan semakin beragam. Kedua, orang-orang semakin banyak dan ketiga, mayoritas adalah orang baru. Dari ketiga fenomena itu, Komkep merasa perlu merumuskan rencana strategis untuk mennyikapi fenomena di atas, selain mengevaluasi kejadian, event, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang mungkin bisa terjadi ke depan.
Dari tiga hari dinamika Komkep Nyepi 2008, ada tiga rencana strategis yang berhasil dirumuskan antara lain:

CAPACITY BUILDING (PENINGKATAN KAPASITAS)

Komkep merasa perlu untuk meningkatkan kapasitas individu yang terlibat dalam kegiatan Komkep. Kapasitas yang dimaksudkan adalah kemampuan basis tentang Analisia Sosial, skill organisasi, komunikasi, seni praksis berkomunitas, gerakan basis ataupun life skill.
Kemampuan dasar ini bisa di up-grade melalui diskusi formal maupun informal serta pelatihan yang berpola. Dengan kemampuan ini, teman-teman Komkep diharapkan mampu berdinamika secara aktif baik di lingkungan gereja maupun masyarakat.

SISTEM JARINGAN PERSONAL
Dengan adanya kompleksitas kebutuhan, Komkep merasa perlu untuk membangun jaringan yang dapat dimulai dari intensifikasi jaringan personal yang kemudian meng-ekstensifkan jaringan tersebut kepada komunitas yang lebih luas baik internal maupun eksternal gereja.
Proses jejaring ini, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika yang ada di Komkep.

EKOSISTEM MISIONER KOMUNITAS
merupakan integrasi kebutuhan akan jaringan, pengembangan nilai dan kaderisasi yang dilakukan secara terus-menerus untuk menunjang aktivitas Komkep.
Komkep di masa mendatang diharapkan akan menjadi sebuah ekosistem orang muda yang mampu memenuhi ketiga kebutuhan tersebut diatas. Tentang jaringan, dapat dilakukan melalui interaksi dan komunikasi yang kondusif antar unit, maupun antar komunitas baik secara formal maupun informal. Proses ini dapat menjadi medium pengembangan dan distribusi nilai. Langkah selanjutnya adalah pengembangan sistem kaderisasi yang terintegrasi dan berkesinambungan.
Integrasi mengandung pengertian bahwa dalam setiap aktivitas Komkep seyogyanya diisi dengan kompetensi dasar seperti ansos, organisasi, komunikasi, seni praksis berkomunitas dan gerakan basis. Berkesinambungan artinya dilakukan secara terus menerus, baik yang terpola (contoh: Komkep Nyepi) maupun yang belum terpola (contoh: informal meeting Diskusi Jumatan Bengawan).

Dengan rumusan rencana strategis di atas, Komkep diharapkan terus bergerak maju dan mampu menjawab kebutuhan dan tantangan lokal maupun global yang dihadapi orang muda Katolik di Keuskupan Surabaya.
Selamat, maju terus dan terus maju. Be catholic, be Indonesia.
Andre Yuris “Lian”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: