REFLEKSI SATU TAHUN PERJALANAN HORDA!

REFLEKSI SATU TAHUN PERJALANAN HORDA!

HORDA! berhasil melewati batu uji pertama, yakni terbit rutin selama satu tahun. Itu layak menimbulkan rasa syukur. Maka pada kesempatan ini kita mau menghaturkan syukur untuk pengalaman keberhasilan ini. Kita juga mau mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang turut serta menghantar dan menemani perjalanan satu tahun pertama ini. Tak usah kami menyebut pihak-pihak mana saja. Yakinlah bahwa kami bersyukur dan berterimakasih untuk segala dukungan itu.
Selanjutnya, dengan hati tetap bersyukur dan berterimakasih, kita mau meninjau sejenak, mengambil kesempatan untuk bertanya diri dan refleksi. Beberapa hal berikut menjadi bahan refleksi.
Satu. Pemilihan nama HORDA! diawali dengan menegaskan semangat apa yang mau dihidupi dalam media penerbitan Komkep. Dan semangat itu adalah semangat yang ada di balik seruan Gereja Indonesia, ”Bangkit dan bergeraklah!”. Sumber semangat semacam itu ada dalam seruan Yesus kepada Lazarus, dalam Injil Yohanes 11, ”Lazarus, marilah keluar”. Bentuknya adalah sapaan, kepada orang muda. Sapaan itu membuahkan kebangkitan dan gerak keluar dari kubur. Begitulah, HORDA! semestinya menjadi sapaan yang menggerakkan dan membangkitkan orang untuk melepaskan diri dari kebusukan dan kematian. Arah dasarnya adalah menyapa dan menggerakkan orang muda untuk bangkit, bergerak, membebaskan diri dari kegelapan dan budaya kematian. Dan kita bertanya, apakah semangat/ elan vital ini masih dihidupi dan dikenali?
Dua. HORDA! merupakan suatu bentuk sapaan antarteman dalam lakon ludruknya Cak Kartolo. Kalau dijadikan ’judul’ terbitan, maka kita dapat merasakan nuansa yang khas, lokal, unik. Dengan demikian, terbitan ini juga mau mengajak orang untuk mengakui dan menghormati situasi (atau komunitas atau juga pribadi) yang khas, lokal dan unik. Maka jangan pikir, dalam terbitan ini, mengenai upaya penyeragaman bentuk kegiatan atau informasi yang berasal dari upaya dominasi oleh sesuatu ’pusat’. Ini adalah media komunitas. Diterbitkan untuk mempererat jejaring relasi berkomunitas. Penghargaan keanekaragaman semoga dipromosikan oleh terbitan ini. Moga-moga terbitan ini semakin mendorong menguatnya pemahaman bahwa aneka ragam perbedaan dapat diubah menjadi kekayaan bersama, asalkan ada cukup kerendahan hati.
Tiga. ’Hasil’ terbitan rutin selama satu tahun adalah satu hal. Bagaimana itu dilakukan dan proses apa yang dilalui merupakan hal lain. Menerbitkan media komunitas sebenarnya dapat menjadi semacam sekolah alternatif untuk rekan-rekan sesama orang muda. Sebutlah proses memilih tema bulanan. Di situ orang mesti berpikir dan berdiskusi untuk menentukan suatu tema yang signifikan dan relevan. Ini sudah menjadi proses pembelajaran yang kaya makna. Lalu proses menulisnya. Di situ orang mesti mengerahkan daya rohaninya untuk membaca realitas, memahaminya dan melibatkan dirinya secara intelektual dalam realitas tersebut. Orang juga mesti memperkuat daya abstraksinya. Tanpa daya rohani, kekuatan abstraksi dan imajinasi, tidak ada tulisan yang akan dilahirkan. Di lain pihak, sebenarnya menulis merupakan suatu tindakan menyejarah. Jika tidak dituliskan, bahkan gagasan atau tindakan yang paling hebat pun, akan segera lenyap ditelan arus waktu yang menenggelamkannya ke masa lampau. Dan masih banyak mata pelajaran lain dalam upaya penerbitan ini. Maka keterlibatan dalam proses penerbitan media merupakan kesempatan besar untuk belajar. Moga-moga makin banyak orang melihat kesempatan ini. Moga-moga makin banyak yang gembira menjadi murid di ’sekolah’ ini.

Ke depan, melalui penerbitan media ini, kita harus terus-menerus memperjuangkan tindakan menulis supaya semakin diyakini bahwa menulis merupakan salah satu tindakan kerohanian dan kebudayaan yang unggul. Dan dalam sinergi bersama dengan aktifitas berdiskusi dan berteater, juga entah aktifitas apa lagi yang akan muncul dalam perjalanan Komkep nantinya, menulis dapat menjadi suatu tindakan kultural yang memperjuangkan pemerdekaan manusia Indonesia seutuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: