OMK Harus Berpolitik

OMK Harus Berpolitik

Sebanyak 40 OMK (orang muda Katolik) Keuskupan Surabaya mengikuti “Seminar Penyadaran Politik” yang disponsori oleh Komkep dan Pastoral Pelayanan Mahasiswa (PPM). Seminar ini diadakan di Wisma Yohanes Pohsarang, Kediri, Sabtu-Minggu, 30-31 Agustus lalu. Acara ini adalah follow up Temu Moderatores Komkep Regio Jawa pada April lalu.
Menurut Rm. Kuncoro Yekti (akrab dipanggil Rm Cuncun), tujuan seminar ini adalah mengolah kesadaran OMK menyangkut tanggung jawabnya sebagai warga negara dan meningkatkan wawasan politik, memahami Pemilu 2009, dan menemukan cara untuk memperluas kesadaran politik kepada komunitas yang lebih luas dengan kesadaran sebagai jaringan OMK.
Dalam sessi awal Rm. Cuncun memberi pertanyaan bahan diskusi dalam kelompok. Pertanyaannya berkisar soal gejala apatisme yang melanda OMK.
Sessi selanjutnya masih dipandu Rm. Cuncun. Kali ini tentang pengertian politik yang menyangkut kesejahteraan bersama. Dengan demikian, politik sebenarnya bukan hanya urusan para pejabat pemerintah atau kaum politis saja, melainkan menjadi tanggung jawab semua warganegara.
Masyarakat politik dan Gereja di bidang masing-masing tidak bergantung sama lain dan otonom, akan tetapi keduanya, meskipun berdasarkan alasan yang berbeda-beda, melayani panggilan pribadi dan sosial manusia yang sama.
Dalam sessi ini juga dipaparkan peta keterlibatan politis gereja Katolik Indonesia yaitu gelombang pertama ditandai oleh politik pendidikan dan kesehatan dimana promotornya ialah Van Lith. Politik keormasan adalah gelombang dimana sponsor utamanya ialah Uskup Sugiyapranata. Gelombang ketiga: politik kelembagaan dengan sasaran yang lebih institusional. Kader politiknya ialah Pater Beek, kader Ornop, oleh Pater Djikstra dan kader kelas menengah dengan pendekatan ekonomi Pater Kadarman. ”Sejarah gereja Katolik kita diukir pada masa ini, ketika gereja masih sebagai gerakan” tegasnya.
Sessi keesokan harinya diisi oleh Yudhit Ciphardian dan Kanisius Karyadi. Yudhit meyampaikan beberapa contoh praktek dan fakta perpolitikan yang ada di Indonesia sejak masa revolusi kemerdekaan sampai era reformasi. Karyadi menyampaikan peta politik di Jawa Timur dan nasional sejak Pemilu 2004 hingga menjelang Pemilu 2009.
Selesai pemaparan kedua pemateri, peserta diajak untuk merancang Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari masing-masing kelompok kevikepan.
Dengan rencana yang telah digagas masing-masing kevikepan Rm Cuncun mengharapkan kepada semua kevikepan untuk melaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan masing-masing Kevikepan.
Acara ini berakhir setelah makan siang dengan menyisakan sebuah harapan akan penyadaran politik di kalangan OMK. Siapa yang bertanggungjawab akan hal itu? Tentu saja kita semua warga gereja.
Stefanus Harmoko (Mahasiswa STKIP Widya Yuwana Madiun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: