Cetak Biru Perubahan dari Cibubur

Cetak Biru Perubahan dari Cibubur

horda-14-hal-7Sebelum merumuskan visi, orang harus “mengulur horison” sejauh mungkin, alias melempar pandangan jauh ke depan sampai ke titik ideal. Kalimat ini mung-kin sudah umum didengar karena memang begitulah seharusnya merumuskan visi. Ia adalah alasan keberadaan sebuah organisasi.
Pertemuan Nasional Orang Muda Katolik Indonesia (PERNAS OMKI) tiga tahun lalu, yang merupakan forum pertemuan para Ketua Komisi Kepemudaan dan wakil-wakil orang muda Katolik dari seluruh keuskupan se-Indonesia, juga berkehendak untuk merumuskan visi itu.
Risiko terbesar dalam merumuskan visi adalah mengasumsikan kondisi mutakhir cukup kondusif untuk mendukung visi itu. Sayangnya, sedikit sekali komunitas Katolik yang menggunakan data statistik sebagai acuan dalam merumuskan visi. Latar belakang acara ini mungkin adalah hasil pengamatan umum dan sedikit berasumsi.
Dalam proposal kegiatannya dikatakan salah satu latar belakang kegiatan ini adalah “globalisasi dan kemajuan teknologi komunikasi memberikan berbagai kemudahan namun dampak negatifnya justru jauh lebih besar. OMK menjadi individualis, konsumtif dan kehilangan daya kritis. Bahkan OMK mengalami krisis moral dan iman. Situasi ini semakin diperparah oleh lemahnya pendampingan dari keluarga dan masyarakat. Sementara, strategi pastoral Gereja dalam pendampingan kaum muda belum memberikan dukungan secara memadai.”
Namun, hasil pengamatan ini sah-sah saja meski tidak ada data yang mendukungnya. Sebuah proposal acara dapat dibuat secara persuasif (mengajak) atau agitatif (mempengaruhi) tergantung tingkat pentingnya acara itu.
Namun, yang menarik dari acara akbar lima tahunan ini adalah keberanian meneropong masalah dan keberanian merumuskan rencana kerja nasional.
Cetak Biru yang berani
Kesepakatan gerakan OMK nasional yang dihasilkan dari diskusi lima hari itu mencakup tiga isu strategis sebagai berikut (1) Kerusakan Lingkungan, (2) Korupsi, (3) Lemahnya Pendidikan Nilai.
Saat meneropong situasi gereja, kesepakatan Cibubur mengatakan : “Gereja sebagai komunitas orang beriman merupakan gerakan penebusan dan pembebasan yang berjuang untuk mengusahakan keadilan dan perdamaian. Dalam pandangan OMK, Gereja kurang berani melibatkan diri secara nyata untuk menanggapi situasi ketidakadilan. Maka dapat dipahami bahwa dalam kehidupan sosial, warga Gereja semakin individualis, materialis, eksklusif, apatis dan hanya menjadi penonton di pinggir lapangan ”pergumulan bangsa”.
Cetak biru OMK ini kemudian “dilempar” ke forum yang lebih tinggi yaitu SAGKI 2005 (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia) dan menjadi “pekerjaan rumah” bagi OMK di Keuskupan.
Semangat menyala-nyala
Tentang semangat perubahan, Mgr. Hardjosusanto (Ketua Komkep KWI) di hari ke-2 berpesan, “gerakan perubahan tidak akan terjadi dalam jangka waktu yang singkat. Ini merupakan suatu proses yang cukup panjang, bukan sebuah aksi yang revolusioner. Kaum muda diharapkan sudah dapat melibatkan dirinya sejak dini di dalam tiap-tiap kelompok poros dan nantinya diharapkan dapat menjadi kader-kader di bidang yang digeluti masing-masing”.
Dua isu strategis pertama yaitu “korupsi” dan “kerusakan lingkungan” sudah diadopsi oleh forum SAGKI 2005 menjadi isu strategis sampai tahun 2010 dengan tambahan isu yaitu “kekerasan sosial”. Sedangkan isu ketiga yaitu “pendidikan nilai” menjadi konsentrasi Komkep se-Indonesia.
Cetak biru perubahan ini dirumuskan dari sebuah ketajaman pengamatan, keberanian melangkah, semangat yang tinggi dan harapan yang hidup. Namun, cetak biru tidak akan bisa dibaca sebelum ditindas oleh “tinta hitam” yang berarti kerja nyata dan kongkret. “Tinta hitam” itu kini ada di tangan kita OMK dan Komkep. Mari bersama-sama menggoreskannya!

Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: