Edisi 1 Januari 2009

Prospektus Komkep 2009

Nampaknya, tiada lagi yang diresahkan dan juga tak digelisahkan, kecuali dihayati, secara satu-bersama, selamanya bersama.
(Huma Di Atas Bukit, God Bless, 1993)
hal-1Yang disebut huma adalah tanah yang baru terbuka atau baru diratakan bersih. Biasanya, huma dipakai untuk bercocok tanam setelah musim panen usai. Sebelum ber-huma, petani perlu survey dan memastikan bahwa tanah yang diincar itu baik-bagus untuk bercocok tanam. Jika ber-huma tanpa pertimbangan, tanah itu akan mati, tidak subur lagi dan tidak ramah terhadap mahluk hidup lainnya.
Memasuki tahun baru 2009, Komkep pun “ber-huma”, merancang beberapa program besar yang akan dikerjakan sepanjang tahun ini. Program ini disusun dalam Rapat Kerja yang digelar 11-12 Desember lalu di Surabaya.
Mengawali proses “huma” itu, dilakukan evaluasi umum terhadap kiprah Komkep selama 2008. Juga dilakukan review terhadap hasil Komkep Nyepi (Agustus 2008), sekaligus merancang beberapa agenda kerja yang berkaitan dengan hasil Komkep Nyepi itu.
Dalam evaluasi, ada tiga hal besar yang mendapat sorotan. Pertama, soal pengelolaan kegiatan rutin yang kurang optimal. Kedua, dinamika aktivitas mulai stabil. Dirasakan mulai ada “seleksi alam” terhadap para aktivisnya. Ketiga, relasi antarteman mulai dirasa semakin fungsional ketimbang personal.
Evaluasi ini lalu mengantar proses diskusi dua hari itu menuju perencanaan program yang realistis dan terukur (lihat box “Tiga Program Itu..”). Di bagian akhir, ketiga program itu lalu disusun dalam sebuah proposal kegiatan yang lebih rinci dengan mencantumkan tujuan, latar belakang, indikator keberhasilan, pelaksana dan anggaran biaya.
Ibarat ber-huma, proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan penuh pertimbangan. Pelaksanaannya pun diharapkan selalu dijaga dalam semangat pelayanan dan sesuai dengan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, solidaritas, jujur dan adil (lima nilai hasil Temu Moderatores Malang, 2006).
Sebagai sebuah prospektus, program-program tahun 2009 ini juga membutuhkan saran, tanggapan dan kritik dari para pemerhati karya pastoral orang muda Keuskupan Surabaya. (Yudhit Ciphardian)

Prospektus adalah penjelasan tertulis dan terperinci tentang kegiatan dalam perusahaan atau organisasi yang disebarluaskan kepada masyarakat atau kelompok tertentu. (KBBI, 1995)

TIGA PROGRAM ITU…

1. Program Pengelolaan Ekosistem
Tujuan : (a) menciptakan kultur/ iklim berkomunitas yang “sehat”, (b) mengembangkan komunitas menjadi semakin mampu mendukung pelaksanaan karya pastoral, (c) meningkatkan kapasitas para voluntir supaya menjadi makin kreatif dan profesional.
Bentuk : (a) Newsletter HORDA!, (b) Sanggar Teater Sendang, © Jumatan Bengawan, (d) Rapat-rapat rutin

2. Program Upgrading Pendamping
Tujuan : (a) mengembangkan pendampingan OMK yang dinamis dan berkelanjutan, (b) menciptakan jaringan kerja pastoral antarpendamping lintasparoki.
Bentuk : (a) pertemuan para pendamping (1 kali setahun), (b) pelatihan para pendamping (2 kali setahun)

3. Program Pendidikan Politik

Tujuan : (a) meningkatkan kesadaran OMK terhadap panggilan dan perutusan untuk terlibat dalam kehidupan bersama, (b) merintis tumbuhnya ‘komunitas politik’ (komunitas muda yang mempromosikan pendidikan politik untuk OMK).
Bentuk : (a) Kursus Politik untuk internal dan eksternal, (b) Rencana Tindak Lanjut Temu Moderatores 2009 tentang pendidikan politik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: