Hal 2

Temu OMK Vikep Blitar

Temu OMK Vikep Blitar di Paroki St. Maria Blitar yang dihadiri oleh 15 OMK dari empat paroki diadakan pada 7 Desember 2008 lalu dengan tema “Dunia Politik Tidak Mengerikan”. Temu OMK ini merupakan follow-up dari Seminar Penyadaran Politik bagi OMK yang diadakan di Pohsarang Kediri, 30-31 Agustus 2008 lalu.
Acara yang diketuai oleh Andreas Subarto ini menghadirkan pembicara Yudhit Ciphardian (Sekretaris Komkep) yang mengenalkan dua macam pengertian politik yaitu politik kekuasaan dan politik kemanusiaan yang tujuannya sama yaitu bonnum commune (kesejahteraan bersama). Politik kekuasaan dan politik kemanusiaan itu sama-sama luhur dan mulia selama tujuannya selalu dimurnikan setiap saat. Kisah sejarah yang dijadikan contoh untuk memperjelas pengertian politik itu adalah kisah Nelson Mandela (pejuang anti rasisme Afrika Selatan) yang berjuang dari politik kemanusiaan (gerakan moral) menuju politik kekuasaan (menjadi presiden). Sedangkan Matti Ahtisaari (pemenang Nobel Perdamaian 2008) yang berjuang dari politik kekuasaan (mantan presiden Finlandia) menuju politik kemanusiaan (lembaga mediasi konflik internasional).
Setelah sessi diskusi dilanjutkan dengan nonton film dokumenter Gerakan Mahasiswa 1998 dan diskusi film. Sessi ini menutup acara siang itu.

Agustina Yenni Indrawati
hal-2

We Are His Witnesses

Komkep mengajak alumni World Youth Day Sydney 2008 (WYD ’08) mengadakan Misa OMK di Paroki Hati Kudus Yesus pada Sabtu, 10 Januari lalu dengan tema “We Are His Witnesses” (Kita Adalah Saksi-Nya) dengan selebran Rm. Edi Laksito, Pr, Rm. Tri Kuncoro Yekti, Pr, dan Rm. Eko Wiyono, Pr.
Ide Misa OMK ini berasal dari kenangan para alumni WYD ’08 dengan membawa oleh-oleh berupa rasa kegembiraan, persaudaraan dan perutusan yang mereka alami. Pada awal misa ini ada perarakan salib orang muda atau Youth Cross. Salib ini merupakan replika salib yang ada di Vatikan dan juga simbol OMK.
Yang istimewa dari misa ini adalah para panitia berasal dari kaum muda yang tergabung di komunitas-komunitas yang ada di Surabaya misalnya komunitas Emmanuel, Heman Salvation Ministry (HSM), Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM), komunitas Choice, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Vincentius A Paulo (STIKES RKZ), KMK Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM), KMK Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC), dan Mudika PHKY. Sekitar 30 orang panitia ini dikoordinir oleh Siani Hadiprajitno. Saat ditanya tentang dress code panitia yang memakai baju merah dan celana jins biru, Siani menjawab, “Warna merah mempunyai makna mengobarkan api perutusan.“
Tema misa ini mempunyai makna tersendiri yaitu tiga anugerah rohani dalam ziarah orang muda yaitu kegembiraan, persaudaraan. dan perutusan. Ketiga anugerah rohani berkaitan erat satu sama lain. Semakin kental persaudaraan semakin mudah kita mengalami kegembiraan. Rasa persaudaraan akan semakin kuat dan kokoh ketika didasarkan pada perutusan yang sama, yakni perutusan Yesus untuk menjadi saksiNya.
Semoga semangat dan militansi rasul Petrus mengilhami OMK menyebarkan tiga karunia peziarahan; kegembiraan, persaudaraan, dan perutusan di sekitar kita.

Ferdinand Vidiandika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: