Tahun Baru, Resolusi Baru?

Tahun Baru, Resolusi Baru?

hal-7Berakhirnya masa satu tahun yang disusul dengan dimulainya tahun selanjutnya dikenal dan dirayakan sebagai tahun baru. Pergantian tahun yang baru saja kita lalui adalah suatu siklus yang pasti terjadi secara teratur setelah 365 hari yang terdiri dari 52 minggu atau 12 bulan. Tepatnya ketika putaran bumi mengelilingi matahari telah berlangsung selama 365,2422 hari.
Tahun baru seringkali ditandai dengan harga tiket pesawat yang tinggi, disemarakkan oleh bertebarnya penjual terompet di pinggir jalan, dan diramaikan dengan pentas musik di alun-alun yang ada di seluruh pelosok negeri. Jauh-jauh hari, hampir setiap orang mempersiapkan dan mengagendakan bagaimana, dimana, dan dengan siapa tahun baru akan dilewati. Sebetulnya, apa yang dirayakan?
Tahun baru adalah satu dari sekian banyak penanda waktu yang kita gunakan. Waktu adalah gambaran tahapan atau periode yang dapat digunakan sebagai alat ukur suatu pencapaian, misalnya: usia, kenaikan kelas, kenaikan pangkat, hingga yang paling sulit diukur yakni kedewasaan. Hal ini menunjukkan bahwa sebetulnya kita sendiri ada di dalam waktu. Sehingga, ketika kita merayakan waktu, kita juga merayakan diri kita sendiri. Begitu juga yang terjadi ketika tahun baru. Kita merayakan tahun yang telah mencapai akhir. Kita merayakan datangnya hari di tahun yang baru. Kita merayakan kemenangan diri yang telah mampu menyelesaikan hari-hari di tahun itu dengan baik.
Mencoba berhenti sejenak dan mulai mengumpulkan serpihan ingatan dari tahun yang telah berlalu, ada banyak sekali peristiwa yang kita alami. Peristiwa itu mengajak kita untuk mengalami beragam pengalaman dan perasaan dari senang, sulit, gembira, sedih, hingga marah. Semuanya ini, memberikan pelajaran berharga bagi kita untuk memulai tahun yang baru dengan membuka lembaran yang baru. Itulah mengapa di setiap tahun baru akan datang musim penghujan yang baru yakni: hujan resolusi.
Resolusi adalah komitmen yang dibuat untuk melakukan rencana perubahan terhadap kebiasaan, gaya hidup, dan apapun juga ke arah yang dinilai lebih baik. Pertanyaannya kemudian, apakah resolusi hanya dibuat ketika tahun baru? Resolusi bisa dibuat kapan saja dan tahun baru hanyalah penanda waktu yang kemudian dapat digunakan sebagai periode tercapainya resolusi itu. Dalam menentukan resolusi, yang terutama adalah mengetahui apa yang mendorong kita untuk membuat resolusi tersebut karena itulah motor penggerak tercapainya suatu resolusi. Hal ini berarti, proses akan menentukan hasil akhir.
Berangkat dari gerak bersama dalam komunitas, setahun kemarin, Komkep telah melakukan beberapa perhentian untuk melakukan refleksi guna memantapkan langkahnya. Pada acara Komkep Nyepi di Pacet, 16-18 Agustus 2008 lalu, kata-kata kunci yang ditemukan di akhir acara seperti: Belajar, Bergerak Maju, Lakukan yang terbaik, Berikan penghargaan, agaknya dapat menjadi resolusi di tahun 2009. Beberapa tujuan yang dirumuskan dalam Rapat Kerja Komkep di Kalijaten, 11-12 Desember 2008, antara lain: 1) Menciptakan kultur/iklim berkomunitas yang “sehat”, 2) Mengembangkan komunitas menjadi semakin mampu mendukung pelayanan karya pastoral, dan 3) Meningkatkan kapasitas voluntir supaya menjadi semakin kreatif dan profesional, diharapkan dapat menjadi panduan bagi Komkep dalam berproses selanjutnya. Sehingga, Komkep sebagai ruang bertemu, belajar, dan berproses bersama dapat bergerak di dalam waktu dan di dalam diri setiap orang yang terlibat dan mengenalnya.
Selamat tahun baru 2009. Tetap semangat!

Ch. Reza Kartika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: