Tentang Jati Diri dan Tujuan Hidup

Jumatan Bengawan – Diskusi Film Unbreakable
Tentang Jati Diri dan Tujuan Hidup

hal-5Pada film Unbreakable sebagai pembuka diskusi Jumatan Bengawan malam itu, 19 Desember 2008, kita diajak untuk mencoba mengenali tentang diri kita seutuhnya.
Tokoh utama film ini adalah Bruce Willis, berperan sebagai David Dunn, seorang satpam di sebuah SMA, yang terlahir sebagai “superhero”. Anehnya, ia tidak menyadari kelebihannya itu sebelum bertemu dengan Elijah (Samuel L Jackson). Awalnya, Dunn menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dalam sebuah kecelakaan kereta api dahsyat yang menewaskan ratusan orang. Elijah terheran-heran mengetahui berita selamatnya Dunn dan mengirim surat pendek yang membuat Dunn penasaran. Surat itu berbunyi pendek, “Kapan terakhir kali engkau sakit?”.
Elijah sengaja mencari orang-orang kuat sebagai antitesis terhadap kondisi tubuhnya yang ringkih sejak bayi. Elijah berusaha meyakinkan Dunn bahwa dia adalah superhero yang dipilih untuk menyelamatkan dunia. Di sinilah awal mula konflik, sekaligus tema cerita ini.
Dunn menolak mengakui bahwa dirinya kuat dan punya kelebihan, sampai akhirnya dia sadar bahwa dirinya memang kuat. Tapi di akhir cerita, saat Dunn mulai bisa menerima dirinya, justru kejahatan Elijah terungkap. Cerita ini tentang jati diri dan tujuan hidup.

Di kehidupan yang fana ini, kita memang masih harus terus mencari hakikat diri. Salah satu pertanyaan yang selalu muncul dalam pikiran kita adalah untuk apa kita diciptakan atau dilahirkan di dunia ini?.
Kita juga pernah mendengar atau setidaknya ada yang mengatakan bahwa setiap individu mempunyai peran di dalam dunia ini. Ya semua itu memang merupakan misteri yang besar dan harus segera dipecahkan walaupun dengan demikian kita harus melalui proses panjang dan berliku.
Salah satu faktor yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam “pencarian” ini adalah “orang lain”, dalam hal ini adalah individu lain di luar diri kita (eksternal) misalnya teman, keluarga atau bahkan individu yang baru kita kenal sekalipun (mengacu pada intensitas dan kualitas hubungan).”Orang lain” mempunyai pandangan yang bahkan bisa lebih mendalam dan obyektif tentang diri kita. Menurut teori Johari Window terdapat pula faktor orang lain yang berguna untuk membantu mengenali potensi yang ada dalam diri kita.
Faktor lain adalah keterbukaan hati dan refleksi. Hal ini merupakan proses internal individu. Keterbukaan dibutuhkan karena pada dasarnya kita manusia yang mempunyai ego (merasa bahwa yang paling tahu dirinya adalah dirinya sendiri) sehingga seringkali kita menutup telinga atas masukan orang lain tentang potensi dalam diri kita.
Lalu tahap selanjutnya adalah ”Refleksi”. Dalam pikiran, kita sering menimbulkan pertentangan dan pertanyaan, “apakah benar saya bisa?” (terjadi dialog dalam diri / komunikasi intra personal). Dalam proses ini sebenarnya kita mencoba untuk meneguhkan diri sendiri atas potensi sebenarnya yang kita miliki, yang selanjutnya kita diharapkan mampu untuk menerimanya dan bahkan sampai pada tahap mengetahui tujuan dari hidup kita.
Manusia merupakan mahluk sosial maksudnya adalah ia tidak mampu untuk hidup dan menghidupi dirinya sendiri jelas ia membutuhkan orang lain, sehingga dalam setiap pertemuan dan perjumpaan dengan individu lain seharusnya menjadi sesuatu yang berguna bagi proses pendewasaan, dalam hal ini tentang pengetahuan potensi diri masing-masing individu. Proses pencarian jatidiri dan tujuan hidup ini perlu dilakukan berulang-ulang dengan setia, demi menguak tabir misteri ”siapa dan apa tujuan hidup saya?”

Sylvester MR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: