Workshop Pendidikan Politik untuk Seminaris

Workshop Pendidikan Politik untuk Seminaris

hal-4Dalam kesempatan rekoleksi ini Seminari Menengah St Vincentius A Paulo, Garum Blitar mengusung tema penyadaran politik yang diadakan pada 18-20 Desember 2008. Rekoleksi yang ini memang beda dari biasanya karena dalam bentuk Workshop Politik yang difasilitasi oleh teman-teman Komkep yang diikuti oleh oleh 114 seminaris mulai dari kelas 1-4 tanpa terkecuali.
Teman-teman Komkep memberikan beberapa pengetahuan pada seminaris untuk lebih melek politik dan juga sebagai sarana menambah pengetahuan tentang politik dan memberikan gambaran tentang politik dalam gereja Katolik yang diberikan oleh Rm. Cuncun. Beberapa narasumber lain adalah Kanisius Karyadi (tentang peta politik regional). Ada pula Joko Susanto dosen politik Universitas Airlangga yang berbicara tentang peta politik nasional dan sejarah politik di Indonesia beserta momentumnya.
Pada hari ketiga, acara dilanjutkan dengan workshop. Dalam workshop ini peserta dibagi dalam beberapa kelas sesuai minat dan pilihannya sendiri. Kelas-kelas tersebut adalah kelas RAP (Riset Aksi Partisiparoris) yang difasilitasi oleh Yudhit Ciphardian dan Peter Megantara; kelas Media Komunitas, difasilitasi oleh Andre Yuris; kelas Internet difasilitasi oleh Andreas, dan kelas Teater Rakyat difasilitasi oleh Erik Saputra dan Albertus Prameidy. Adapun kelas-kelas tersebut memberikan beberapa keahlian khusus yang dapat mengembangkan daya kreatifitas seminaris sebagai tindakan politik alternatif dan juga dapat menyampaikan aspirasi melalui media-media tersebut.

Presentasi Kelas Workshop
Malamnya, para seminaris diajak untuk mempresentasikan hasil yang telah di dapatkan dalam workshop sepanjang hari itu. Dalam presentasi ini tiap kelas “memamerkan” hasil belajar mereka.
Dari kelas Internet, peserta memamerkan hasil design blog yang diberi alamat unik yaitu http://www.poliklitik.blogspot.com (berpolitik di sekitar poliklinik. Di sebelah Seminari Garum memang ada poliklinik untuk umum-Pen.). Kelas Media Komunitas menunjuk-kan hasilnya berupa newsletter empat halaman sebagai alternatif media selain Viva Vox (majalah triwulan Seminari Garum). Kelas RAP menunjukkan hasil analisisnya tentang menurunnya minat belajar para seminaris dengan metode RAP yang rumit tapi asyik. Sebagai pemuncak, kelas Teater Rakyat mementaskan drama tentang politik.
Keesokan harinya para seminaris diajak untuk membuat rencana tindak lanjut dalam 3 bulan ke depan. Tindak lanjut itu diharapkan bisa memanfaatkan keterampilan yang sudah didapat dalam kelas workshop itu. Seminaris memang perlu untuk melek politik, agar saat menjadi imam juga melek politik.

Albertus Prameidy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: