Belajar Politik di Paroki Wonokromo

Belajar Politik di Paroki Wonokromo

hal-2Belajar Politik Bareng, Yuuk! menjadi seruan nyata Orang Muda Katolik (OMK) yang berkegiatan bersama di Paroki St. Yohanes Pemandi, 22 Februari lalu. Sebanyak 30 OMK dari berbagai paroki di Kevikepan Surabaya Selatan, Barat, dan Utara digugah kesadarannya tentang politik melalui diskusi dan metode RAP (Riset Aksi Partisipatoris) yang dipilih karena metode tersebut meyakini bahwa setiap orang yang hadir, baik fasilitator, pantia, maupun peserta memiliki kapasitas “politis” yang dapat dibagikan bersama dalam acara ini.
hal-3Romo Dominikus Kefi, SVD selaku Romo Paroki St. Yohanes Pemandi mengawali dan membuka acara dengan menghimbau bahwa seluruh warga negara, termasuk kaum muda wajib mengetahui perkembangan politik yang terjadi. Oleh karena itu, Gereja ikut terlibat dalam menyampaikan aspirasi politik melalui kegiatan-kegiatan semacam ini sehingga diharapkan kaum muda semakin berkembang, bertambah wawasannya, serta dapat memperkuat jaringan OMK.
Di awal acara, peserta diajak menonton film “Ayo Ikutan Berpolitik” produksi Demos yang menggambarkan situasi politik di Indonesia dan kegiatan yang dapat dilakukan untuk ungkapan kepedulian dan partisipasi sebagai warga negara. Dari film didapatkan tiga kata kunci yang semakin membantu peserta untuk memahami berbagai hal yang terkait politik yaitu politik, peraturan, dan pemilu.
Kemudian, Andre Yuris sebagai fasilitator acara, memulai kegiatan diskusi dengan tahapan awal dari metode RAP yaitu asosiasi bebas, dimana peserta diminta menyebutkan satu kata yang memiliki asosiasi dengan tiga kata kunci yang tersedia. Metaplan menjadi langkah berikutnya bagi para peserta dengan melihat kembali kesesuaian antara kata yang disebutkan dengan kata kunci. Setelah didapatkan kata-kata yang sesuai untuk setiap kata kunci maka peserta merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah narasi atau disebut juga dengan metanarasi.
Diskusi terfokus dalam kelompok pun berjalan di antara peserta untuk melihat hasil narasi dari setiap kata kunci (focus group discussion). Ternyata tidak sedikit peserta yang tertarik untuk mengkritisi, yang tampak melalui berbagai pertanyaan yang diajukan, termasuk Romo Kuncoro Yekti, Pr (Ketua Komkep) yang berpartisipasi sebagai peserta.
Tak lupa, Andre memberikan materi tambahan yang semakin menunjang pengetahuan peserta, antara lain definisi dan dimensi politik, lima paket perundang-undangan yang digunakan dalam Pemilu 2009, tantangan pada Pemilu 2009, serta penekanan bahwa partisipasi merupakan hal yang utama dalam Pemilu.
Pre dan post test yang diberikan pada para peserta menjadi tolak ukur sejauh mana peserta menyerap dan memahami materi film dan diskusi. Hasilnya pun cukup signifikan yang mengindikasikan perubahan positif, dimana pengetahuan peserta tentang politik menjadi bertambah melalui lima pertanyaan yang diajukan pada para peserta. Definisi politik yang awalnya dirumuskan dalam berbagai jawaban menjadi lebih ditekankan pada aspek kekuasaan dan kesejahteraan masyarakat.
Peserta juga makin menyadari bahwa dalam setiap bidang kehidupan selalu dipengaruhi oleh aspek politik yang mendorong setiap orang untuk perlu berpartisipasi melalui pembelajaran tentang politik sehingga politik dapat digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat (bonum commune).
Bravo OMK!
Anastasia Edwina Prabowo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: