Bermusik Untuk Bersikap

Bermusik Untuk Bersikap

Hal-7“Bring down the goverment, they don’t speak for us.” Demikian Radiohead menyatakan penolakannya atas presiden Bush dalam lagu No Suprises di album OK Com-puter yang dirilis 2007 lalu. “You got to take the power back.” Lirik ini diteriakkan oleh band Amerika Rage Againts The Machine yang dikenal kritis terhadap dominasi Amerika terhadap negara dunia ketiga.
Di Indonesia kita kenal band Slank yang liriknya khas dengan “laporan” kondisi sosial masyarakat. Saat memprotes para pejabat mereka menulis lirik yang keras. “Hey kau yang berkuasa/coba turun ke jalan/lihat-lihat situasi biar pasti/jangan sampai kami, yang tunjukkan rasa” (lagu Hey Bung album Generasi Biru).
Tahun lalu, Slank dikontrak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai duta bagi anak muda guna menyerukan sikap anti korupsi. Pemilihan itu didasari dari lagu “Gosip Jalanan” yang sempat membuat sewot Badan Kehormatan DPR.
Di atas generasi Slank, ada Iwan Fals, Franky Sahilatua, Leo Kristi atau Sawung Jabo yang konsisten membuat lagu berupa kritik sosial. Selain nama-nama tersebut dia atas, ada beberapa musisi yang menulis pesan khusus dalam setiap lagunya. Bimbo, misalnya, kerap menyisipkan dakwah dan pesan moral dalam lirik-lirik lagunya. Ada juga si Raja Dangdut Rhoma Irama yang pernah mengatakan, “musikku adalah dakwah Islam”. Yang konsisten dengan pesan kemanusiaan adalah Ebiet G Ade.
Jika ditarik mundur agak jauh, di era 1970-an, ada Mogi Darusman, yang sudah dikenal sebagai pengusung lagu-lagu rock bertema protes sosial-politik pada dekade 1970-an. Lagunya Rayap-rayap tergolong sangat keras, dan berani untuk masa itu, saat cengkeraman rezim Soeharto amat kuat.
Simak saja penggalan lirik Rayap-Rayap yang masih masih aktual sampai sekarang: “Kau tau rayap-rayap makin banyak di mana-mana/Di balik baju resmi merongrong tiang negara/Kau tau babi-babi makin gemuk di negeri kita/Mereka dengan tenang memakan kota dan desa/Rayap-rayap yang ganas merayap/Berjas dasi dalam kantor makan minum darah rakyat”. Yang satu generasi dengan Mogi ada nama Remy Sylado, almarhum Harry Roesli dan Gombloh
Dari sekian banyak musisi kritis itu, Slank terhitung paling produktif dengan menelurkan 15 album. Tahun ini mereka merilis film musikal “Generasi Biru” yang digarap oleh sutradara kenamaan Garin Nugroho. Film itu memotret realita sosial dalam kemasan musikal.
Kini muncul sebuah band indie yang fenomenal bernama Efek Rumah Kaca (ERK). Kehadirannya dipuji banyak pengamat musik karena lirik dan lagunya terbilang baru dan berani dalam kancah musik Indonesia. ERK menjadi kondang karena lagunya “Di Udara” yang bercerita tentang kematian aktivis HAM Munir.
Berkesenian sebagai bentuk kesadaran sudah lama menjadi bahan perdebatan. Yang satu mengatakan “seni untuk seni”. Yang lain membantah, “seni untuk perjuangan”.
Musisi atau band baru yang ada di pilihan pertama memang gampang merebut hati penikmat musik. Me-reka cukup membuat lagu yang gampang diingat (catchy) dengan lirik yang lucu dan (kalau perlu) yang norak. Mereka juga dengan cepat menjadi kaya dan meraih popularitas. Tapi, mereka juga dengan cepat akan “hilang dan tenggelam”, persis pada saat hukum pasar berlaku.
Mereka yang ada di pilihan kedua, bermusik penuh resiko. Mereka ada di “panggung yang sepi” karena lagu dan lirik mereka bukan selera pasar. Pilihannya adalah beradaptasi atau mati.
Ada yang bilang, seni bukan untuk diperdebatkan tapi untuk dinikmati. Sementara para pekerja seni juga berdebat ; seni bukan barang dagangan semata, melainkan karya cipta yang harus bisa memberi daya transformasi bagi penikmatnya.
Kita, penikmat musik, punya pilihan yang luas sekali. Namun, sesungguhnya ada dua tujuan yang perlu kita bedakan. Mendapat inspirasi atau sekedar mencari hiburan sesaat. Syukur kalau kita bisa mendapatkan keduanya. Jika tidak, mulailah memilih.

Yudhit Ciphardian

(edisi berikutnya : “Berkartun untuk Bersikap”)
Hal-8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: