Rekoleksi Politik

Rekoleksi Politik
Apa, Kenapa dan Bagaimana

Hal-1Sesuai dengan namanya, rekoleksi yang berarti mengumpulkan memori akan sebuah pengalaman dan mengolahnya menjadi pemaknaan dan spiritualitas, maka rekoleksi politik berarti mengolah pengalaman dalam pendidikan politik bersama OMK untuk diolah menjadi spiritualitas dalam melanjutkan pendidikan politik yang dimaksud.
Aktivitas utama dalam Rekoleksi Politik ini adalah mengingat, memaknai dan mengolah pengalaman menjadi sebuah spiritualitas pribadi/ komunitas yang akan mendorong dan menggerakkan setiap aktivis OMK dalam melanjutkan pendidikan politik. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman seputar aktivitas pendidikan politik di lingkungan masing-masing.
Jika di acara sebelumnya, yaitu Kursus Politik, OMK diajak untuk mengolah nalar dan logika. Di acara ini OMK akan lebih banyak mengolah rasa, batin dan iman dalam memandang pendidikan politik sebagai agenda kerja bersama.
Acara yang dirancang oleh Tim Relawan Pendidikan Politik (TRPP) Komkep ini rencananya akan digelar awal Mei ini. Peserta yang diundang adalah semua alumnus Kursus Politik sejumlah 29 orang dari 15 paroki se-Keuskupan Surabaya plus beberapa peserta tambahan.

Memberi badan pada roh
Istilah ini dipakai untuk menjelaskan bahwa setelah OMK mengenali dan mempelajari seluk-beluk politik serta menemukan spiritualitas dalam pendidikan politik, maka keseluruhan aspek yang sudah terpenuhi itu perlu diwujudkan dalam kerja nyata. Roh yang sudah hadir itu perlu diberi badan agar jiwa dan raga bergerak ke arah yang sama.
Kerja nyata yang sedang dimatangkan dan akan ditawarkan oleh TRPP adalah membentuk Jaringan Pemantau bagi OMK di Pemilu Presiden 8 Juli mendatang.
Jaringan Pemantau ini akan menjadi media sesungguhnya bagi pendidikan dan keterlibatan politik. Segala teori dan konsep tentang pendidikan politik akan mendapat ujian yang sesungguhnya lewat aktivitas ini. Spiritualitas keterlibatan OMK juga akan diteguhkan lewat aktivitas ini.
Jika dikaitkan, “spiritualitas keterlibatan” dan “aktivitas pemantauan” ini akan menjadi gerak bersama yang berdampak besar bagi dinamika OMK di kemudian hari.
Dalam jangka panjang, OMK yang telah terisi oleh spiritualitas dan punya aktivitas nyata dapat diandalkan untuk menjadi kader gereja.
Dalam nukilan tentang kisah Pentakosta (Kis 2 : 1-4) , roh yang turun atas para rasul sanggup menggerakkan mereka menjadi perintis gereja Allah yang kini tersebar ke segala penjuru dunia. Semoga begitu juga dengan OMK.

Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: