Berkartun Untuk Bersikap

Hal-7Kartun memang artinya gambar lucu (dalam bahasa Latin “cartoone”), tapi tidak berarti kartun adalah barang remeh-temeh. Di media massa yang besar, kartun mendapat tempat khusus sebagai corong kritik yang pedas tapi (tetap) lucu.

Jadi pada dasarnya, kartun harus lucu. Atau setidaknya membuat kita tersenyum. Setelah itu dia baru bisa dijadikan sebagai alat apa saja. Apa artinya “dijadikan sebagai alat apa saja?”

Pada perkembangannya kartun bercabang menjadi dua kategori besar yaitu political cartoon (kartun politik) dan gag cartoon (kartun humor). Kartun bisa jadi alat hiburan atau alat penyadaran sekaligus.

Kartun politik dianggap lebih bergengsi karena memancarkan aura intelektualitas dan kekritisan berpikir. Kartun humor dianggap lebih rendah karena sifatnya yang sekedar menghibur. Namun, ada kartunis yang mencampurkan keduanya. Hasilnya ; kartun yang menghibur sekaligus cerdas.

Nah, yang dibahas dalam artikel ini adalah tentang kartun yang bersikap terhadap situasi sosial tertentu, alias political cartoon. Situasi sosial yang “dikartunkan” bisa beragam. Dalam satu episode kartun “Benny & Mice” di harian Kompas, diceritakan tentang fenomena handphone super mahal yang ternyata hanya dipakai untuk telepon dan mengirim pesan pendek. Pembuat kartun “Benny & Mice” menyatakan sikap “tidak setuju”nya terhadap fenomena itu sambil mengingatkan bahwa handphone cukup dipakai sesuai fungsi dasarnya saja, tidak perlu memaksakan diri membeli handphone super mahal.

 

Panel dan teks

Yang unik dari kartun adalah minimnya teks dalam tiap cerita. Kartunis harus mampu memeras informasi dan pesan moral atau pesan politis menjadi gambar yang mudah ditangkap pembaca dan (sekali lagi) harus lucu. Teks hanya dipakai seperlunya untuk menjelaskan cerita. “Roh” utama pada kartun adalah gambarnya.

Dalam kartun juga dipakai panel berupa kotak/bidang pemisah dan penuntun untuk alur cerita. Panel dalam kartun dibaca sama seperti kita membaca teks dan paragraf yaitu dari kiri ke kanan.

 

Kartun yang baik dan aman

Kriteria kartun yang baik adalah kartun yang membuat penikmatnya berpikir sekaligus tersenyum. Kartun yang membuat penikmatnya berpikir adalah kartun yang implisit alias menyimpan makna yang tersirat di balik gambar dan teks.

Dibanding media lain, kartun relatif aman dijadikan media untuk kritik sosial. Sifatnya yang lucu dan ringan dapat mem buat orang yang dikritik (atau merasa terkena kritik), tidak mudah “kebakaran jenggot”.

 

Kartun untuk menyatakan sikap

Kartun bisa digunakan untuk memotret realita sosial dan menyodorkannya pada pembaca dengan gaya yang ringan dan menghibur. Setelah unsur menghibur terpenuhi, barulah kartun dipakai untuk menyatakan sikap tertentu mengenai kondisi tertentu.

Sikap yang dinyatakan dalam kartun itu jelas subyektif alias sesuai selera atau analisis kartunis itu sendiri. Tapi, terkadang ada juga kartun yang dipakai untuk mewakili sikap media massa yang memuatnya.

Untuk bisa menghasilkan kartun yang menyatakan sikap tertentu, seorang kartunis harus memiliki kepekaan terhadap situasi sosial di sekitarnya. Selain kepekaan, kartunis harus punya keberpihakan. Keberpihakan bisa kepada semua golongan. Dari kepekaan dan keberpihakan itu, muncullah “kartun yang bersikap”.

Kartun harus punya tendensi. Setidaknya tendensi untuk membuat pembaca tersenyum, prihatin atau marah tanpa harus menghakimi siapapun. Perubahan sosial jelas tidak bisa diharapkan dari sebuah kartun karena yang bisa mengubah adalah pembaca yang tergerak oleh kartun itu.

“Kartun yang disantap secara teratur setiap hari sama pentingnya dengan sebutir apel sehari” (Tony Buzan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: