Contrengan Arek Mudika Yohanes Pemandi

08 Mei 2009 adalah saat yang bersejarah bagi warga Mudika St.Yohanes Pemandi Surabaya. Ada gelaran pesta demokrasi mini untuk memilih ketua mudika baru.

Hal-2Masa “pemerintahan” Anjar Pramudia, sebagai ketua mudika periode 2006-2009 telah berakhir dan akan digantikan oleh pengurus mudika yang baru periode “pemerintahan” 2009-2012.

Hajatan pemilu mini ini dihadiri oleh sembilan perwakilan mudika wilayah dari sebelas wilayah yang ada. Acara diawali dengan perkenalan para kandidat. Perkenalan diawali dengan pembacaan profil dan visi-misi dua orang kandidat yang sudah “siap menang – siap kalah” ini.

Kandidat pertama adalah Yohanis Cristian dan kandidat kedua adalah Ari Susanto. Pada dasarnya, mereka berdua memiliki kapabilitas yang hampir sama dalam berorganisasi. Merekapun saat ini berkecimpung pada dunia yang sama, yaitu “politik” orang muda. Oleh karena itu, diharapkan, siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi motor dalam mudika untuk menghantar atmosfir yang berbeda dari “pemerintahan” sebelumnya.

Tata cara pemilihan ketua mudika kali ini berbeda dengan pemilihan yang sebelumnya, biasanya pemilihan ketua mudika dilakukan oleh dewan formatur paroki. Dalam pemilihan kali ini dilakukan langsung oleh mudika.

Setiap wilayah mendapat jatah satu suara yang dihasilkan dari diskusi kelompok tiap wilayah. Ini diberlakukan karena jumlah mudika yang hadir per wilayah tidak sama.

Setelah pembacaan dan pemaparan visi-misi para kandidat, tiap wilayah diberi kesempatan untuk bertanya. Sang kandidat diharuskan menjawab pertanyaan itu tanpa mendapatkan sanggahan dari penanya. Saat seorang kandidat melontarkan visi-misinya, seorang kandidat yang lain akan dibawa ke tempat lain guna menghindari jawaban yang sama antar kandidat.

Diskusi per wilayah berlangsung 5 menit. Dalam diskusi per wilayah tersebut, para pemilih perwakilan dari setiap wilayah, berdiskusi dan mempertimbangkan tentang calon yang ada.

Perdebatan pun tak dapat dihindarkan sehingga pro dan kontra muncul di antara mereka. Setelah mendapat keputusan, perwakilan tiap wilayah melakukan pencotrengan. Pencontrengan dilakukan dengan cara mencontreng nama kandidat ketua mudika. Jika hasil suara sama, maka hasil tersebut akan diserahkan ke formatur paroki untuk mendapatkan pertimbangan lebih lanjut tentang kedua calon tersebut.

Setelah proses pencontrengan itu, didapatkan hasil delapan suara untuk Ari susanto dan satu suara untuk Yohanis Cristian. Dengan demikian, secara de jure, Ari Susanto adalah ketua mudika St. Yohanes Pemandi yang baru. Kemudian perwakilan tiap wilayah menandatangani berita acara dan dibacakan oleh formatur paroki dari mudika yaitu Yohanes Bayu.

Peristiwa bersejarah ini merupakan salah satu pembelajaran politik bagi orang muda, dimana secara langsung dapat memilih ketua mudika. Semoga dengan terpilihnya ketua mudika yang baru dapat membangkitkan dan menggerakan gairah, partisipasi  dan keaktifan untuk berkegiatan didalam maupun di luar gereja.

Saatnya Orang Muda Katolik St. Yohanes Pemandi Bangkit dan Bergerak.

 Andrea Rosinova – OMK Paroki Yohanes Pemandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: