Facebook dan Pendidikan Politik

Hal-1Tim Relawan Pendidikan Politik (TRPP) Komkep dibentuk pada Oktober 2008 dengan “kontrak komitmen” selama satu tahun (baca HORDA November 2008). Masih ada dua bulan ke depan sebelum “kontrak komitmen” itu diperbarui lagi. Maka tulisan ini hendak “membedah jantung” TRPP yaitu pendidikan politik.

Dengan pengamatan sekilas dapat kita ketahui bahwa tidak banyak komunitas yang menggeluti agenda pendidikan politik di Keuskupan Surabaya. Selain karena sebagai “topik” kurang seksi (baca: menarik), cara pandang OMK terhadap politik juga susah beranjak dari hal-hal negatif. Untuk berkomitmen menekuni “topik” ini memang dibutuhkan beberapa keterampilan dan wawasan yang cukup. Dua hal itu lalu harus diperkuat dengan keyakinan dan hati yang percaya bahwa “harus ada yang mengerjakan ini, sebelum segalanya menjadi terlambat”.

Menurut rencana, setelah serangkaian kegiatan pendidikan politik selama setahun (lihat grafis), agenda kerja TRPP akan dipuncaki dengan acara forum publik yang berisi laporan kegiatan TRPP selama setahun. Ditambah juga dengan laporan hasil pemantauan Pemilu Presiden Juli lalu yang dilakukan oleh OMK se-Keuskupan.

Yang paling penting dari acara puncak TRPP itu adalah evaluasi pendidikan politik. Evaluasi ini bukan untuk mencari kegagalan atau keberhasilan pendidikan politik, melainkan untuk mencari parameter atau indikator sebuah pendidikan politik.

Dalam sebuah diskusi di Komkep muncul pertanyaan ; bagaimana mengukur keberhasilan pendidikan politik? Apakah diukur dari kinerja TRPP atau dari para OMK yang terlibat dalam pendidikan politik?. Jika diukur dari kinerja TRPP maka itu berarti melupakan keterlibatan OMK. Sebaliknya, jika diukur dari keterlibatan OMK, batasannya sangat luas.

Pertanyaan ini masih menggantung dan belum terjawab. Jawabannya mungkin akan ditemukan dalam “perjalanan berikutnya”.

Ya, direncanakan, TRPP akan berlanjut ke tahun kedua. Tentu saja dengan visi-misi, orientasi, komitmen dan personil yang baru.

TRPP “jilid dua” ini akan mendapat tantangan yang lebih mengasyikkan. Tantangannya adalah berebut perhatian dengan facebook yang selama ini sukses “mencuri” perhatian OMK.

Masihkah pendidikan politik mendapat tempat di hati generasi facebook? Dapatkah facebook dimanfaatkan untuk pendidikan politik? Bagaimanakan pendidikan politik musti dikemas dan disajikan kepada OMK yang sedang mabuk facebook? Jika facebook adalah sebuah tawaran yang memikat, bisakah pendidikan politik dijadikan pula sebagai tawaran yang tak kalah memikat?

Jika pertanyaan-pertanyaan ini menggugah Anda untuk berbuat sesuatu, bergabunglah dengan TRPP “jilid dua” dan mari kita temukan jawabannya.

Tuhan memberkati para OMK.

Yudhit Ciphardian

2 Responses to “Facebook dan Pendidikan Politik”

  1. Peduli Pendidikan Says:

    Facebook dan Pendidikan Politik apa ya… hubungannya…?

  2. komkepsurabaya Says:

    facebook menyeret orang menjadi individualis ; pendidikan politik menyeret orang untuk ikut memikirkan kebaikan bersama (bonnum commune)

    btw, anda sudah baca artikel lengkapnya?

    salam
    yudhit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: