OMK Harus Kritis Pada Globalisasi

“Menghadapi Tantangan Era Globalisasi yang Bertanggung Jawab, Siapa takut?” Itulah tema yang diusung oleh OMK Paroki St. Willibrordus Cepu dalam rangka perayaan tahun baru 2010 yang dilaksanakan pada 31 Desember 2009 lalu.

Globalisasi adalah kata yang sering kita dengar sejak dimulainya awal abad 21 ini. Pengertian yang paling umum dari globalisasi adalah dunia yang mengglobal alias terhubung satu sama lain, berkat kemajuan teknologi. Orang muda adalah penikmat, konsumen, pelaku sekaligus korban dari globalisasi dalam segala aspeknya.

Dengan iman Katolik, kita harus mempunyai benteng yang tangguh dalam menghadapi tantangan globalisasi yang sedemikian hebatnya. Semua dampak globalisasi tentu sangat beragam, ada yang positif dan ada yang negatif. Sebagai generasi muda sudah sepatutnya kita dapat memilah-milahnya dengan bertanggung jawab. Dengan latar belakang tersebutlah maka panitia acara yang berlangsung dua hari ini mengambil tema tersebut. Acara berlangsung santai, serius dan meriah.

Acara diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Siprianus Yitno, Pr. Setelah makan malam acara diteruskan dengan sessi ceramah yang dibawakan oleh Rm. Siprianus Yitno, Pr. Sessi ini berisi tentang globalisasi dan seluk beluknya. Kompleksnya masalah globalisasi semakin terasa dengan diputarnya klip tentang globalisasi berjudul “Manfaatkan Kekayaannya, Waspadai Resikonya.” Pada sessi tersebut Romo Yitno juga menyelipkan hasil Musyawarah Pastoral (Mupas) Keuskupan Surabaya. Romo meminta OMK Cepu untuk mengingat dan menghafalkan 5 arah dasar Keuskupan Surabaya yaitu “Gereja Keuskupan Surabaya sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang semakin dewasa dalam iman, guyub, penuh pelayanan dan misionaris”.

Sessi selanjutnya diisi oleh Romo Wanto dari KWI Jakarta yang berasal dari Cepu. Pada sessi ini Romo menegaskan tentang peran OMK dalam Gereja dan juga pentingnya kaderisasi dalam tubuh OMK.

Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba. Lomba yang diikuti oleh 11 kelompok itu adalah lomba membuat kendaraan yang berbahan terong, wortel, dan kacang panjang. Tujuan dari lomba ini adalah dengan sesuatu yang telah disiapkan diharapkan kita dapat melaju dengan kendaraan bernama globalisasi, namun tetap mempertanggungjawabkan arah yang kita tuju dengan kendaraan itu.

Malam itu acara ditutup dengan renungan yang diisi oleh mahasiswa Sanata Dharma yang sedang praktek di Paroki Cepu. Renungan berlangsung khusyuk.

Setelah jalan santai dan doorprize, acara hari kedua berisi pernyataan janji OMK Cepu untuk menjadi pribadi  yang lebih baik, bertanggungjawab dan kritis terhadap globalisasi

Cyntia Puspita I.

OMK  Paroki  St. Willibrordus Cepu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: